Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.3 ° C

Merusak Tanaman, Petani Buru Babi Hutan

Eviyanti
DIBANTU Polsek dan Koramil Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, warga berhasil melakukan perburuan babi hutan, Minggu, 8 September 2019. Musim kemarau membuat babi hutan turun ke pemukiman warga, dan merusak tanaman petani.*/EVIYANTI/PR
DIBANTU Polsek dan Koramil Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, warga berhasil melakukan perburuan babi hutan, Minggu, 8 September 2019. Musim kemarau membuat babi hutan turun ke pemukiman warga, dan merusak tanaman petani.*/EVIYANTI/PR

PURBALINGGA,(PR).- Babi hutan serang belasan hektare tanaman palawija di Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kekeringan menyebabkan binatang liar kehilangan sumbar makanan. Mereka turun gunung mencari sumber makanan ke ladang dan pemukiman penduduk. Sasarannya adalah tanaman palawija milik petani setempat.

Mengganasnya babi hutan membuat warga setempat resah. Mereka menuding babi hutan yang merusak tanaman palawija membuat petani mengalami gagal panen karena tanaman yang habis diserang. 

Kepala Desa Karangmoncol, Karyono, mengatakan bahwa perburaan babi hutan diperlukan karena keberadaan babi hutan yang meresahkan warga. "Belasan hektare lahan tanaman seperti jagung ketela pohon juga habis dimangsa babi hutan," katanya, Minggu, 8 September 2019.
 

Berburu

Dengan bantuan Polsek dan Koramil Karangmoncol, warga setempat sepakat untuk melakukan perburuan babi hutan. Kurang lebih 20 orang ikut dalam perburuan tersebut, dengan perlengkapan 3 pucuk senapan laras panjang, tombak dan parang.

"Kami gotong royong, ada yang bawa parang, bawa tombak, dan perlengkapan lainnya. Sampai siang, ada dua ekor babi yang berhasil diburu," kata Karyono.

DIBANTU Polsek dan Koramil Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, warga berhasil melakukan perburuan babi hutan, Minggu, 8 September 2019. Musim kemarau membuat babi hutan turun ke pemukiman warga, dan merusak tanaman petani.*/EVIYANTI/PR

Perburuan babi hutan, menurut Karyono, akan terus dilakukan sampai babi hutan tidak menganggu tanaman lagi. Perkebunan yang sering diganggu babi hutan memang berdekatan dengan hutan, yakni hutan Cahyana dan hutan Serang.

Hama tikus

Selain babi hutan, Desa Grantung juga terkena serangan hama tikus. Setiap Minggu, warga melakukan gropyokan. Pekan kemarin, petani berhasil mendapatkan 700 ekor tikus.

"Sudah dua kali tanam, hasilnya habis dimakan tikus. Saat ini sedang musim kemarau, petani tidak menanam, waktu kosong tersebut kita manfaatkan untuk  berburu tikus dengan goppyokan," ucapnya.

Dengan perburuan babi hutan dan gropyokan, hama tikus tanaman diharapkan berkurang. Petani berharap petani Grantung bisa panen," katanya.***

Bagikan: