Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 27.3 ° C

Panglima TNI dan Kapolri Bertemu Tokoh Lintas Agama di Jayapura Papua

Yusuf Wijanarko
PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa 3 September 2019.*/ANTARA
PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa 3 September 2019.*/ANTARA

JAYAPURA, (PR).- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Jumat 6 September 2019, menghadiri pertemuan tokoh lintas agama di Jayapura.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Pdt. Amsal Yowei mengawali pertemuan yang berlangsung di kawasan Entrop itu dengan membacakan hasil rapat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Papua.

Antara melaporkan, dalam rapat FKUB Papua, komunitas agama antara lain mengimbau seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan mempertahankan perdamaian di Papua serta menyatakan penolakan terhadap rasisme dan demonstrasi yang berpotensi menimbulkan aksi anarkistis.

Selain itu, FKUB menyarankan pengelola asrama mahasiswa Papua di luar daerah memerhatikan dan melindungi mahasiswa sampai menyelesaikan pendidikan. FKUB meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakhiri pembatasan akses internet di Papua.

Ketua FKUB Papua Pdt. Lipius Biniluk berharap demonstrasi berujung kerusuhan sebagaimana yang terjadi pada 29 Agustus 2019 tidak terjadi lagi.

SEORANG warga mengamati Kantor Bea Cukai Papua serta sejumlah mobil yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Jumat, 30 Agustus 2019. Sejumlah bangunan dan kendaraan terbakar saat aksi pada Kamis, 29 Agustus 2019.*/ANTARA FOTO

Dia mengimbau warga berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi dan tidak mudah terprovokasi hoaks.

Pada 29 Agustus 2019, massa berdemonstrasi di Jayapura untuk menentang tindakan rasialis terhadap mahasiswa Papua.

Demonstrasi yang diwarnai aksi perusakan dan pembakaran itu, menurut data Kepolisian Daerah Papua, menyebabkan kerusakan kantor pemerintah, kantor bank, kantor perusahaan, rumah makan, toko, kios, kendaraan warga, mal, dealer mobil, dan anjungan tunai mandiri.

Pernyataan rasional

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, pernyataan Kapolri soal adanya perorangan atau kelompok di balik demonstrasi dan kerusuhan di Papua memiliki dasar dan pertimbangan untuk menjaga situasi kondusif.

"Kapolri tentunya tidak sembarangan menyebut adanya perorangan atau kelompok yang diduga berada di balik demonstrasi dan kerusuhan di Papua. Kapolri tentunya memiliki dasar dan informasi awal dari pesan yang disampaikannya," kata Emrus Sihombing, Jumat 6 September 2019.

Emrus Sihombing mengatakan hal itu menyikapi pernyataan Tito Karnavian saat berkunjung ke Papua, Kamis 5 September 2019, yang menyebut adanya pihak-pihak yang bermain di balik demonstrasi dan kerusuhan pekan lalu yakni Benny Wenda, United Liberation Movement for West Papua, dan Komite Nasional Papua Barat.

Sebagai pimpinan Polri yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, Tito Karnavian memiliki berbagai pertimbangan untuk menyampaikan hal itu.

Emrus Sihombing menjelaskan, setiap perilaku politik, termasuk demonstrasi  tidak pernah berdiri sendiri, tapi terkait dengan hal-hal lain dari perilaku politik meski tidak kelihatan.

"Apa yang dikatakan Kapolri itu rasional. Masuk akal. Kita lihat saja prosesnya lebih lanjut," katanya.***

Bagikan: