Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Permukaan Air Waduk Sermo Turun 8 Meter, Cukup untuk Menyiram Jagung

Wilujeng Kharisma
PERMUKAAN air Waduk Sermo turun 8 meter.*/ANTARA
PERMUKAAN air Waduk Sermo turun 8 meter.*/ANTARA

KULONPROGO, (PR).- Persedian air di Waduk Sermo, permukaan air waduk mengalami penurunan sekitar delapan meter permukaan air normal atau pada ketinggian elevasi sekitar 128 meter di atas permukaan air laut (dpl). Sejak satu minggu terakhir persediaan air dialirkan sekitar 200 liter perdetik untuk pengairan tanaman palawija jagung di wilayah Kamal, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih dan sekitarnya.

“Adanya permintaan dari kelompok tani dan hasil pertemuan dengan GP3A, air dialirkan untuk menyirami tanaman jagung di wilayah Kamal,” ujar Sayib, petugas Waduk Sermo, di Kulonprogo, Kamis 5 September 2019.

Tidak ada penambahan persediaan air dari hulu sungai bersamaaan tidak turun hujan di beberapa bulan terakhir. Selain sebagai cadangan, air waduk masih mencukup untuk persediaan air baku. 

Sementara itu, Kalangan petani diminta segera mengolah lahan persawahan di daerah irigasi (DI) golongan 1 Kulonprogo. Ketersediaan sumber air pertanian di musim kemarau terbatas. Sesuai tata tanam tahunan, sebagian petani harus bercocok tanam padi.

Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo, Hadipriyono mengatakan sumber air pertanian telah mengalir maksimal sejak awal Agustus 2019. 

Pembasahan persawahan di DI golongan 1 yang mendapatkan pengairan dari saluran irigasi Kalibawang maupun irigasi Sapon sudah cukup. Meskipun demikian sebagian besar petani belum melakukan pengolahan lahan.

“Petani yang menggarap sawah golongan 1 diminta segera mentraktor sawah. Air yang mengalir ke sawah sudah cukup untuk pembasahan. Meskipun demikian sebagian besar petani belum mengolah lahan,” tuturnya.

Sesuai tata tanam pertanian tahunan Kulonprogo 2019/2020 dan hasil pertemuan 15 harian dengan Gabungan Paguyuban Petani Pemakai Air (GP3A), katanya, merupakan jadwal tanam padi di persawahan DI golongan 1. Sejak awal Agustus 2019 sumber air pertanian dari Sungai Progo telah dialirkan ke saluran irigasi Kalibawang dan irigasi Sapon sejak awal Agustus 2019. Di musim kemarau terus terjadi penurunan debit sumber air sungai.

“Pada saat persediaan air masih mencukupi, sebaiknya para petani segera mengolah lahan dan menanam padi. Jangan mengundur waktu karena persediaan air di musim kemarau terus berkurang,” ucapnya.***

Bagikan: