Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Iuran BPJS Naik, Pemkot Bingung Cari Tambahan

Tim Pikiran Rakyat
BPJS Kesehatan/DOK. PR
BPJS Kesehatan/DOK. PR

SERANG, (PR).- Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan menaikan iuran bagi kepesertaan BPJS Kesehatan dua kali lipat dari sebelumnya membuat Pemerintah Daerah di Indonesia cemas. Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Sebab, kenaikan iuran kepesertaan BPJS membuat pemerintah dengan terpaksa harus memangkas puluhan ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kota Serang. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu Budhi Kristiawan.

Ia mengatakan, wacana tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang digulirkan Kementerian Keuangan RI membuat pihaknya berpikir keras untuk mencari anggaran. Sebab, anggaran yang disediakan Pemkot untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sangatlah terbatas. Sehingga, tentu saja nantinya akan banyak permasalahan yang timbul, karena sudah dianggarkan.

Apalagi, kata dia, saat ini dana tambahan hanya senilai Rp 2 miliar. Namun, pihaknya akan berkonsultasi dengan dewan untuk bersama-sama mencari solusi dari kenaikan iuran PBI. "Kalau tarif iuran BPJS naik untuk PBI ada kemungkinan akan dipangkas. Tapi nanti dibicarakan dengan dewan dulu apakah dipangkas PBI nya atau anggarannya yang ditambah," ujarnya, Selasa 3 September 2019.

Namun, apabila ditambah, tuturnya, maka harus dua kali lipat dari anggaran sebelumnya. Sedangkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) sudah ditetapkan. "Jadi bingung lagi ini cari anggarannya kemana. Ya jelas bingung, sedangkan dana tambahan kami ini kan hanya Rp 2 miliar bahkan di APBDP saja geser jadi Rp 1 miliar," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Keberatan

Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal pun merasa keberatan dengan kenaikan tersebut. Karena Pemkot Serang telah memberikan anggaran untuk PBI sebanyak 40 ribu. Sehingga, apabila kenaikan itu terjadi, bukan tidak mungkin PBI bisa berkurang menjadi 20 ribu. "Kalau dinaikan jadi dua kali lipat bisa berkurang jadi 20 ribu PBI. Padahal anggarannya untuk 40 ribu PBI, jadi berkurang," katanya.

Menurutnya, pemangkasan adalah jalan satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Pemkot Serang. Sebab, untuk menambah anggaran tidak akan bisa, karena PBI ini sudah disahkan anggarannya pada tahun ini. "Sudah tidak bisa untuk penambahan anggaran, karena kan sudah ketok palu," ujarnya.

Apabila kenaikan ini terjadi, kata Ikbal. akan ada permasalahan lain yang muncul. Seperti pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit (RS) bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak bisa terjamin.***

Bagikan: