Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Dampak Kenaikan BPJS, Penerima PBI Akan Dikurangi

Tim Pikiran Rakyat
BPJS Kesehatan/DOK. PR
BPJS Kesehatan/DOK. PR

SERANG, (PR).- Rencana kenaikan iuran Badan Penyelnggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi suatu dilema bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Serang. Hal itu karena akan berdampak pada Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang akan dikurangi. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal mengatakan, jika kenaikan iuran BPJS mencapai dua kali lipat, artinya penerima PBI akan dikurangi setengah dari jumlah saat ini. 

"Kalau kita informasinya akan naik dua kali lipat berarti kan nanti bukan 42 ribu (penerima), mungkin cuma 20 ribu (penerima), akan berkurang penerima PBI-nya kalau memang rencana ini akan diterapkan," ujar Ikba, Sabtu 31 Agustus 2019

Ia mengatakan, saat ini sebanyak 42 ribu masyarakat penerima bantuan tercover dengan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Tetapi, jika terjadi kenaikan anggaran tersebut hanya mampu mengcover setengah dari jumlah sebelumnya. "Untuk penambahan anggaran, kita anggaran dari mana kan sudah diketuk palu, jadi memang ini salah satu dilema juga," tuturnya. 

Padahal, ucap dia, saat ini Kota Serang sudah 95 persen Universal Health Coverage (UHC) dan rencananya ketercapaian itu akan dideklarasikan, tetapi saat ini menjadi kendala atas rencana kenaikan iuran BPJS. "Kita ini sudah 95 persen UHC, kita rencanakan UHC ini akan dideklarasikan, mudah-mudahan tidak harus dihalangi dengan kenaikan ini," ucap dia. 

Secara pribadi, ujar dia, ia merasa keberatan atas rencana kenaikan itu. Tetapi, karena hal itu menyangkut lembaga, maka ia akan mengikuti sesuai arahan dari lembaga. Kemudian, jika kenaikan itu jadi diterapkan, ia mengatakan akan segera berkomunikasi dengan pimpinan BPJS Cabang Serang. 

"Pasti kita ada (komunikasi), tapi kita juga mengenai kenaikan ini belum bertemu kepala cabang disini, karena kan belum keluar Perpresnya," tuturnya.

Selanjutnya, terkait beberapa penerima PBI yang dicoret oleh pusat karena adanya kesalahan. Ia mengatakan, secara keseluruhan jumlah itu kembali tergantikan oleh penerima lain. "Jadi ada yang keluar diganti yang masuk, sehingga jumlahnya tetap," kata dia kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho. 

Diketahui, demi menutup defisit keuangaj BPJS kesehatan, pemerintah berencana menaikan iuran untuk semua golongan, baik peserta penerima PBI ataupun umum.***
 

Bagikan: