Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Cerah berawan, 28.1 ° C

Perolehan Kursi DPR RI: PDIP Terbanyak, Hanura Tersingkir

Muhammad Irfan
ILUSTRASI. Suasana Rapat Paripurna ke-4 DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.*/ANTARA
ILUSTRASI. Suasana Rapat Paripurna ke-4 DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih 128 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Dalam rapat pleno terbuka penetapan kursi dan calon terpilih anggota DPR dan DPD Pemilu 2019 yang digelar di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu 31 Agustus 2019, partai berlambang banteng itu meraup 27.530.961 atau 19,33 persen dari jumlah suara sah seluruh Parpol sebanyak 139.970.810 suara.

Dibacakan oleh ketua KPU Arief Budiman, partai politik yang lolos ke parlemen adalah mereka yang bisa menembus ambang batas 4 persen dari total suara sah Parpol. Hal ini berdasarkan UU Pemilu. Adapun ambang batas 4 persen dari 139.970.810 suara adalah 5.598.832,40 suara.

Di posisi kedua, Partai Golkar mendapat 85 kursi dengan 17.229.789 suara atau 12,31 persen diikuti Partai Gerindra yang meraup 12,57 persen dengan raihan 17.594.839 suara dan mendapat 78 kursi.

Meski Gerindra meraup suara lebih banyak dari Golkar, setelah dikonversi ternyata jumlah kursi untuk Golkar lebih banyak dari Gerindra. Hal ini mengingat pada Pemilu 2019, metode konversi suara menggunakan Saint Lague yang membagi suara partai dengan bilangan pembagi ganjil.

Sementara Nasdem melesat di posisi empat dengan 59 kursi berkat raihan 12.661.798 suara atau 9,05 persen, selisih satu kursi dengan PKB yang mendapat 58 kursi dengan 13.570.097 suara atau 9,69 persen.

Adapun Demokrat mendapat 54 kursi dengan raihan 10.876.057 suara atau 7,77 persen, selisih empat kursi dengan PKS yang meraih 11.493.663 suara atau 8,21 persen dan diganjar 50 kursi. Cukup jauh terpaut, ada PAN dengan 44 kursi berkat 9.572.623 suara atau 6,84 persen yang diraih. Terakhir, PPP parkir dengan 19 kursi lewat raihan 6.323.147 suara atau 4,52 persen.

Tak lolos

Sementara sejumlah partai dinyatakan tak lolos karena tak bisa memenuhi ambang batas empat persen. Partai tersebut adalah Perindo (3.738.320 suara atau 2,67 persen), Berkarya (2.929.495 suara atau 2,09 persen), PSI (2.650.361 suara atau 1,89 persen), Hanura (2.161.507 suara atau 1,54 persen), PBB (1.990.848 suara atau 0,79 persen), Garuda (702.536 suara atau 0,50 persen), dan PKPI (312.775 suara atau 0,22 persen).

Dalam rapat pleno ini, selain dihadiri oleh komisioner KPU, ada juga perwakilan partai politik, Bawaslu, dan sejumlah perwakilan dari NGO.***

Bagikan: