Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 28.5 ° C

Waspada Konflik pada ASN Akibat Beda Paham

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI konflik akibat perbedaan paham.*/ANTARA
ILUSTRASI konflik akibat perbedaan paham.*/ANTARA

CILEGON,(PR).- Guna mewaspadai penanganan korban konflik dan deteksi dini pada aparatur sipil negara (ASN),Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar sosialisasi kepada Sekretaris Camat, Sekretaris Lurah, Dinas Pol PP, Dinas Sosial dan Bagian Pemerintahan. Acara yang digelar di salah satu hotel tersebut dihadiri Kepala Bakesbangpol Cilegon Suparman, Kabid Penanganan Konflik dan kewaspadaan Dini Kesbangpol Kota Cilegon Elang Ramlan,Akademisi Untirta dr.Boyke,Kasubid Penanganan Konflik Kemendagri dr.Frans Sinatra dan Kasubid Kewaspadaan Dini, analisa informasi dan kebijakan strategis Kesbangpol kota Cilegon Faisal Amin.

“Konflik sosial ini bisa terjadi kapan dan di mana saja, hal itu terjadi apabila kita sebagai warga bangsa Indonesia tidak peka terhadap kondisi wilayah kita masing-masing,” kata Suparman, Rabu 28 Rabu 2019.

Dia mengatakan, kewaspadaan dini masyarakat adalah kondisi kepekaan, kesiapsiagaan dan antisipasi dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya konflik dengan cara peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem kewaspadaan dini. Konflik sosial, bisa timbul bersumber dari permasalahan yang berkaitan dengan paham ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya. Perseteruan antar umat beragama, antar suku dan antar etnis, sengketa batas wilayah, sengketa sumber daya alam, distribusi sumber daya alam yang tidak merata dalam masyarakat.

"Pencegahan konflik dapat kita lakukan dengan cara memelihara kondisi damai dalam masyarakat, mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan secara damai, meredam potensi konflik dan embangun sistem peringatan dini," ujarnya.

Tindakan teror

Sementara itu Kasubid Penanganan Konflik Kemendagri dr. Frans Sinatra mengatakan, pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat melalui forum yang ada. Salah satunya adalah Forum Kedeteksian Dini Masyarakat (FKDM) untuk membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Penyebaran dan tindakan teror kepada aparat penegak hukum adalah kejahatan luar biasa. Kami himbau dukungan masyarakat untuk aktif berpartisipasi memberikan info-info penting terkait hal tersebut,” tuturnya.

Partisipasi masyarakat dalam hal keamanan dan ketertiban umum, kata dia, adalah kunci utama meningkatkan ketahanan masyarakat sekaligus ketahanan negara dari berbagai ancaman dan gangguan apapun bersama-sama dengan aparat kepolisian menciptakan ketertiban umum di tengah-tengah masyarakat.

“Kami percaya aparat kepolisian yang sangat profesional, bisa mengungkap secara tuntas siapa pelaku teror tersebut dan apa motifnya, karena ini bagian dari tindakan yang tidak bisa diterorir lagi di tengah – tengah upaya Pemerintah saat ini konsen pada upaya penegakan hukum.Mari bersama-sama menjaga kondusivitas ditengah masyarakat yang aman dan damai,” ungkapnya. kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.***

Bagikan: