Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Jokowi Tinjau Yogyakarta International Airport, Konektivitas Rampung Maret 2020

Wilujeng Kharisma
PRESIDEN Joko Widodo meninjau pembangunan Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis 29 Agustus 2019.*/ANTARA
PRESIDEN Joko Widodo meninjau pembangunan Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis 29 Agustus 2019.*/ANTARA

YOGYAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Jokowi secara khusus meninjau fasilitas terminal penumpang di lantai 3 bandara yang utamanya diperuntukkan bagi penerbangan internasional. 

“Saya puas dengan hasil pekerjaan bangunannya. Bandara ini dapat melayani hingga 20 juta penumpang setiap tahunnya setelah beroperasi penuh,” ucap Jokowi.

Sebelum YIA dibangun, pengguna layanan transportasi udara dari dan menuju yogyakarta biasa menggunakan Bandara Adisutjipto di Kabupaten Sleman. Bandara yang juga melayani penerbangan internasional tersebut hanya mampu melayani penumpang hingga 1,8 juta setiap tahunnya.

PRESIDEN Joko Widodo meninjau pembangunan Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis 29 Agustus 2019.*/ANTARA

Jokowi berharap agar tambahan bandara dengan kapasitas terminal yang naik berkali lipat dapat dimanfaatkan untuk menarik minat kunjungan ke Yogyakarta sekaligus meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta.

"Tambahan slot yang besar itu akan kita berikan kepada penerbangan-penerbangan luar negeri sehingga semakin banyak turis yang datang ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta dan sekitarnya," kata Jokowi.

Melayani penerbangan langsung

YIA dan terminalnya akan terhubung dengan sejumlah moda transportasi yang semakin memudahkan para pengguna layanan. Terminal yang ditinjau Jokowi kali ini juga ditargetkan dapat selesai dan beroperasi akhir Desember 2019.

"Kemudian nanti dihubungkan dengan kereta api, selesai Maret 2020," tuturnya.

Nantinya, kata Jokowi, infrastruktur aksesibilitas juga akan dibangun untuk menunjang operasional bandara. Bandara tersebut bisa lebih banyak menampung pesawat dan melayani penerbangan langsung dari luar negeri dengan kapasitas besar.

"Kalau sudah datang penerbangan langsung dari luar negeri, baru kita berhitung (soal pariwisata). Yang paling penting, di sini ada ruang sangat besar. Tugas Kementerian Pariwisata dan provinsi untuk mengakomodasi permintaan dari luar karena masih ada ruang banyak," ucapnya.

Menurut Jokowi, hal itu menjadi tugas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Gubernur Yogryakarta. "Desain besarnya kelihatan. Satu per satu diselesaikan. Ini nanti rampung dan semua terkoneksi," tuturnya.

Selama peninjauan, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sri Sultan Hamengkubuwono X pesimistis

Sri Sultan Hamengkubuwono X pesimistis target kunjungan wisatawan mancanegara akan tercapai pada 2020.

Dia mengatakan, sampai saat ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta baru mencapai 400.000 orang.

"Kalau target wisatawan mancanegara akan sulit tercapai, kecuali Bandara Internasional Yogyakarta sudah melayani penerbangan internasional dan jumlah penerbangan banyak, baru target wisman akan terealisasi,” katanya.

Dia mengatakan, Pemda Yogyakarta sedang merumuskan pengembangan pariwisata dalam menangkap peluang masuknya wisatawan dalam negeri dan luar negeri setelah Hamengkubuwono X beroperasi.***

Bagikan: