Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Sepekan Lagi Menikah, Calon Pengantin Tewas Tertabrak Kereta Api

Eviyanti
UNDANGAN pernikahan Lettu Infanteri Pradipta Adhiyaksa, yang tewas menjadi korban kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jumat dini hari, 23 Agustus 2019.*/DOK ISTIMEWA
UNDANGAN pernikahan Lettu Infanteri Pradipta Adhiyaksa, yang tewas menjadi korban kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jumat dini hari, 23 Agustus 2019.*/DOK ISTIMEWA

MALANG tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Peribahasa itu sepertinya cocok untuk peristiwa naas yang menimpa seorang calon pengantin. Sepekan sebelum melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, ia tewas di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu.

Kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Sang calon pengantin, Lettu Infanteri Pradipta Adhiyaksa yang merupakan anggota Yonif 121 Macan Kumbang Kodam I Bukit Barisan, meninggal di lokasi kejadian sementara sang ayah, Wasto Haryo Susanto, masih dalam kondisi kritis.

Bapak-anak yang merupakan warga Jalan Kemiri, Kabupaten Cilacap, itu sedang melintas di dalam kendaraan Toyota Avanza plat merah dengan nopol R 9503 KK. Wasto berada di balik kemudi.

Saat melintas, tiba-tiba saja kendaraan tersambar KA barang relasi Katangtalun-Kroya di km 8+650 Desa Kuripan petak Karangkandri-Kasugihan, Jumat dini hari, 23 Agustus 2019. Mobil itu pun terhempas dan rusak parah.

Dari informasi yang didapatkan di lokasi kejadian, mobil itu melaju dari arah selatan ke utara dan melalui perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kesugihan. "Bersamaan, melintas dari arah barat KA barang. Karena jarak yang terlalu dekat, sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan,” kata Tasum, warga di sekitar lokasi kejadian.

Mendapati kabar itu, sontak ibu korban, Yektiningtyastuti, langsung syok. Apalagi, dia mengingat bahwa anak kebanggaannya tersebut akan segera melangsungkan pernikahan dan prosesi pedang pora Minggu, 31 Agustus 2019, di Hall Sentul Waterpark, Jalan Gatot Subroto No. 8 Sidanegara, Cilacap. Undangan pernikahan Pradipta dan calon istrinya, Diar Kusuma Dewi, tentu sudah disebar namun akhirnya batal karena ajal telah menjemput.

Beberapa jam sebelumnya, kecelakaan KA sudah terjadi

SEJUMLAH warga pengguna tranportasi kereta api menunggu di bantaran jalan rel sesaat kereta api lewat dengan kondisi diselimuti kabut tebal di Statiun Kereta Api Cimekar di Desa Cibiru Hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu 3 April 2019.*/ADE MAMAD/PR

Beberapa jam sebelumnya, kecelakaan antara kereta api dan pengendara di pintu perlintasan wilayah Daerah Operasi 5 Purwokerto Jawa Tengah, terjadi lagi. Kecelakaan berbeda terjadi di perlintasan KA kilometer 326+01, Dukuh Keser, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Kamis siang, 22 Agustus 2019.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Kodim Brebes, korban diketahui bernama Anik Budi Pri Utami (59), warga Jalan Kerta Wibawa RT 02 RW 01 Desa Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

“Korban langsung tewas akibat terserempet dan kemudian terseret kurang lebih 25 meter oleh Kereta Api Fajar Utama jurusan Pasar Senen-Yogyakarta dengan nomor lokomotif CC 2018307 di kilometer 326+01, dengan Masinis Widi Priono dan asistennya Septiawan,” kata Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Cpl. Harsono.

Tabrakan itu mengakibatkan kondisi korban luka parah. Ia mengalami luka robek di bagian kepala dan perut, serta pergelangan tangan kanan dan kaki putus. Warga setempat bersama anggota Polsek Paguyangan pun saat itu segera mengevakuasi jenazah ke RSUD Bumiayu untuk diautopsi.

“Kami berusaha menginformasikan kepada keluarga korban melalui piket Koramil 25 Purwokerto Selatan Kodim Banyumas,” kata Harsono.

Berdasarkan  keterangan saksi mata yang juga warga setempat, Fauzan bin Saum (46), saat itu  korban sedang melintas, namun tiba-tiba ada KA Fajar Utama dari arah utara ke selatan. “Saat itu, banyak orang yang sudah memperingatkan dengan berteriak kepada korban bahwa ada kereta api dari arah utara, namun nampaknya dia tidak mendengar,” kata Fauzan.***

Bagikan: