Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Ribuan Warga Pekanbaru Salat Istisqa di Tengah Kepungan Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Yusuf Wijanarko
SEORANG anak berusaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Areh, Kertapati, Palembang, Minggu, 18 Agustus 2019.*/ANTARA
SEORANG anak berusaha memadamkan kebakaran lahan dengan alat seadanya di Desa Kayu Areh, Kertapati, Palembang, Minggu, 18 Agustus 2019.*/ANTARA

PEKANBARU, (PR).- Ribuan santri Pondok Pesantren Dar el Hikmah dan warga menggelar salat istisqa untuk memohon hujan di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Pekanbaru, Riau, Sabtu 24 Agustus 2019.

Ketua Umum Yayasan Nur Iman, Amrasul Abdullah mengatakan, 1.600 santri bersama pengajar serta masyarakat umum mengikuti salat istisqa di lapangan pondok pesantren tersebut. Salat istisqa dimulai pukul 7.30 dan berakhir pukul 8.15. Bertindak sebagai imam salat adalah Ustaz Syarkawi sedangkan khatib dan doa dipimpin Ustaz Ibnu Harris.

Amrasul Abdullah menjelaskan, salat istisqa digelar karena melihat kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang semakin tebal serta beberapa daerah di Riau mengalami kekeringan.

"Selain anjuran Gubernur Riau, Syamsuar, salat istisqa kami laksanakan usai mendapat cerita dari wali santri saat melihat anak-anaknya di Pondok Pesantren Dar el Hikmah. Itu jadi alasannya, selain kabut asap saat ini," kata Amrasul Abdullah kepada Antara.

SEORANG anak duduk di depan rumahnya dengan mengenakan masker untuk melindungi diri dari asap kebakaran lahan di Pemulutan, Ogan Ilir, Jumat 23 Agustus 2019.*/ANTARA

Dia menceritakan, wali santri dari Pekanbaru yang tinggal di daerah Kulim, kemudian di Pulau Muda, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan menceritakan bagaimana mereka sudah sulit mendapatkan air bersih. Bahkan, wali santri dari Kulim menceritakan mereka harus membeli air bersih karena sumber air mengering.

“Untuk satu tanki air dengan isi 1.000 liter, harganya Rp 60.000. Air bersih satu tanki itu hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari satu keluarga. Sumur mereka sudah kering, walau disedot menggunakan mesin, tetap saja tak keluar," katanya.

BMKG Stasiun Pekanbaru menyatakan, pada Sabtu pagi jarak pandang di Pekanbaru memburuk jadi tinggal 1,5 kilometer akibar asap.

Pantuan satelit mendeteksi mengindikasikan adanya 272 titik panas di Riau, lokasi paling banyak terdapat di Kabupaten Pelalawan dengan 102 titik. Daerah lainnya antara lain Indragiri Hilir 90 titik, Bengkalis 35 titik, Indragiri Hulu 17 titik, Kepulauan Meranti dan Siak masing-masing 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kuansing 2 titik, dan Kampar satu titik panas.

Dari jumlah tersebut, ada 192 daerah yang teridentifikasi sebagai titik api. Lokasi titik panas paling banyak terdapat di Pelalawan yaitu 76 titik, Indragiri Hulu 60 titik, dan Bengkalis 29 titik.

Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau mengerahkan empat helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran yang makin meluas di daerah bagian selatan Riau.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Riau sejak Januari 2019 sudah lebih dari 30.000 hektare.***

Bagikan: