Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Jawa Barat dan Sejumlah Provinsi Lain Berpotensi Dilanda Hujan Lebat Akhir Pekan Ini

Yusuf Wijanarko
Cuaca buruk/CANVA
Cuaca buruk/CANVA

JAKARTA, (PR).- BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memprediksi, sejumlah wilayah di Indonesia akan dilanda hujan lebat disertai angin kencang dalam rentang tiga hari, 23-25 Agustus 2019.

Pada Jumat 23 Agustus 2019, dalam laporannya, BMKG menyebut, fenomena cuaca itu terjadi karena konvergensi atau gerakan udara yang mengalir dan berkumpul memasuki suatu daerah.

Konvergensi terjadi memanjang dari Jawa Barat hingga Sumatera Barat, dari Kalimantan bagian Utara dan dari Sulawesi Selatan, hingga ke Selat Makassar. Daerah belokan angin terdapat di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian barat, dan perairan Papua utara.

Beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat pada Jumat 23 Agustus 2019 yaitu Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Papua. Pada Sabtu 24 Agustus 2019, kondisi tersebut masih berlaku untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Sementara untuk Minggu 25 Agustus 2019, wilayah Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua masih akan dilanda hujan lebat.

Wilayah Indonesia yang berpeluang diterpa hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Jumat 23 Agustus 2019 yakni Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

Kondisi yang sama masih berlaku hingga Sabtu 24 Agustus 2019 untuk wilayah Kalimantan Barat. Sementara untuk Minggu 25 Agustus 2019, wilayah Kalimantan Barat dan Maluku Utara masih berpeluang diterpa hujan disertai angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat dan disertai angin kencang serta petir untuk berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan.

Cirebon masuki musim hujan November

Wilayah Cirebon akan memasuki awal musim hujan pada November dan Desember, menurut Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn, Jumat 23 Agustus 2019.

BMKG mengimbau warga dan pemerintah setempat bersiap mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Selama Agustus sampai September, wilayah Cirebon menghadapi puncak musim kemarau. Faa Iziyn mengatakan, selama masa puncak musim kemarau, wilayah Cirebon mengalami hari tanpa hujan sampai 60 hari lebih.

Berdasarkan hasil pemantauan hari tanpa hujan per tanggal 20 Agustus 2019, menurut dia, Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.

"Potensi kekeringan ekstrem dengan status awas terjadi di semua wilayah Cirebon," ujarnya kepada Antara.***

Bagikan: