Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Arus Bawah Sangat Kencang, Mobil Pikap Nyemplung ke Laut

Tim Pikiran Rakyat
PROSES evakuasi mobil pikap bermuatan pisang, pasca jatuh ke dasar laut di Dermaga 7 Pelabuhan Merak, Kamis 22 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
PROSES evakuasi mobil pikap bermuatan pisang, pasca jatuh ke dasar laut di Dermaga 7 Pelabuhan Merak, Kamis 22 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Insiden kendaraan jatuh ke laut, kembali terjadi di Pelabuhan Merak. Kali ini, mobil pikap nomor polisi BE 8502 O merek Mitsubishi L-300 bermuatan pisang, nyemplung ketika bongkar muat di Dermaga 7 Pelabuhan Merak, Kamis 22 Agustus 2019.

Penyebabnya tidak lain arus bawah laut di Perairan Merak sangat kencang. Ini menyebabkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Mufidah, kapal yang ditumpangi mobil pikap dari Pelabuhan Bakauheni, tidak stabil ketika merapat di dermaga.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, mobil yang dikendarai Apri (30), warga Lampung, hendak keluar kapal, melalui movable bridge (MB) Dermaga 7.

Tampaknya saat bongkar muat berlangsung, arus bawah laut di Dermaga 7 sedang kencang. Kapal milik PT Jemla Ferry ini pun tidak stabil, menyebabkan pintu kapal tak rapat ke MB Dermaga 7. “Pas mobil saya keluar, pintu kapal goyang. Kapalnya juga mundur menjauhi MB, jadinya pintu kapal ke MB gak nempel,” kata Apri saat diwawancara wartawan.

Karena pintu kapal tidak menempel ke MB, ujung pintu pun menggantung ke arah bawah. Apri seketika memindahkan gigi transmisi, dari gigi 1 ke transmisi mundur. “Saya kaget, langsung pindah gigi ke transmisi mundur,” ujarnya

Sayangnya upaya Apri yang saat itu ditemani Zona (28), kondektur mobil, gagal. Mobil bermuatan penuh pisang tidak bisa diselamatkan dan nyemplung ke laut. “Saya sudah berusaha, tapi gak bisa mundur. Akhirnya kami keluar mobil lalu loncat ke MB sebelum nyemplung ke laut,” tuturnya.  

Insiden ini langsung menjadi perhatian sejumlah pihak. Kepala SAR PT ASDP Cabang Merak Radmiadi mengatakan, langsung menuju tempat kejadian setelah menerima informasi akan adanya insiden tersebut. “Kami langsung ke lokasi untuk upaya penyelamatan,” ucap Radmiadi. 

Menurut Radmiadi, kedua korban langsung diperiksa kesehatan. Tidak ada luka berarti yang diderita Apri dan Zona. “Keduanya hanya mengeluhkan sakit pinggang,” katanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, mobil pikap kemudian dievakuasi. Butuh waktu 1 jam untuk mengambil mobil dari dasar dermaga, menggunakan alat berat crane milik PT PP.  

Pada bagian lain, Kepala Cabang PT Jemla Ferry di Merak Koko Setiabudi mengatakan, proses evakuasi berjalan tanpa kendala. "Saya rasa tidak ada yang parah. Kami dibantu dari crane PP dan penyelam dari Timas. Alhamdulilah, prosesnya berjalan lancar dan cepat," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***

Bagikan: