Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Partai Gerindra Tak Tahu Ada Kadernya jadi Korlap dalam Pengepungan Asrama Papua

Muhammad Irfan
SEJUMLAH warga Papua menyalakan lilin saat aksi damai di Bundaran Tugu Perdamaian Timika Indah, Mimika, Papua, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.*/ANTARA
SEJUMLAH warga Papua menyalakan lilin saat aksi damai di Bundaran Tugu Perdamaian Timika Indah, Mimika, Papua, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pengepungan asrama Papua di Surabaya dan Malang oleh organisasi masyarakat pada 17 Agustus 2019 lalu memunculkan nama Tri Susanti. Dia disebut sebagai koordinator lapangan aksi tersebut. Belakangan pun ramai mengenai status Tri yang merupakan calon legislatif DPRD Surabaya Dapil 3 nomor 8 dari Partai Gerindra.

Mendengar kabar ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan, partainya tak tahu-menahu mengenai aktivitas Tri dalam aksi itu. Menurutnya, aksi tersebut merupakan urusan pribadi Tri yang tidak terkait dengan Gerindra. 

"Sikap partai kami jelas, menolak rasisme. Kami imbau semua pihak menahan diri, jangan sampai ini mengganggu integrasi kita sebagai bangsa," kata Andre kepada wartawan, Rabu, 21 Agustus 2019.

Dia menyatakan, partainya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian. Menurutnya, Gerindra akan mengambil langkah tegas bila kelak polisi menyatakan Tri bersalah. 

"DPD (Gerindra) Jawa Timur sudah menyampaikan bahwa hal tersebut (bersifat) pribadi. Kami lihat dulu, kalau polisi menyatakan bersalah maka kami akan proses," ucapnya. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, juga mengaku tak tahu ada kader partainya bernama Tri Susanti, yang menjadi korlap dalam aksi itu. Fadli pun mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi terkait benar atau tidaknya Tri adalah kader Gerindra.

“Sekaligus sikap dia saat pengepungan asrama Papua beberapa hari lalu. Nanti akan kita investigasi," ucap dia.

Prabowo memesankan upaya dialog untuk melawan rasialisme

MASSA yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua Sejawa-Bali melakukan aksi unjukrasa damai di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut merupakan aksi solidaritas dan bentuk protes terhadap kekerasan serta diskriminasi rasial terhadap warga Papua yang terjadi di sejumlah kota yakni Surabaya, Malang dan Makassar.*/ANTARA

Sementara, juru bicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, Prabowo berpesan supaya semua anggota Gerindra mengedepankan dialog untuk melawan sikap rasialisme. Dialog dilakukan untuk mendamaikan semua pihak yang berkaitan dengan peristiwa di papua Barat.

Dahnil mengatakan, Prabowo telah memerintahkan itu melalui rapat konsolidasi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 19 Agustus 2019. Prabowo, lanjut Dahnil, juga meminta anggota DPR Fraksi Gerindra untuk selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta rasa nasionalisme yang harus senantiasa dipegang teguh dalam menyelesaikan masalah.

Sementara itu, diberitakan sejumlah media, Tri Susanti telah meminta maaf kepada publik terkait teriakan salah satu oknum bernada rasis. Tri mengatakan, dirinya dan ormas lain memang mendatangi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya. Mereka berdalih ingin membela bendera Merah Putih yang dikabarkan telah dirusak dan dibuang.

"Kami ini hanya ingin menegakkan bendera Merah Putih di sebuah asrama yang selama ini mereka menolak memasang. Jadi, ini bukan agenda yang pertama kali," ujarnya seraya membantah kabar yang menyebut pihaknya melakukan pengusiran terhadap mahasiswa Papua.***

Bagikan: