Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Berawan, 20 ° C

Menkumham Resmikan Lapas IIA Karanganyar yang Berteknologi Tinggi

Eviyanti
SEJUMLAH petugas dengan menggunakan sebo, melakukan penjagaan di Lapas Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis, 22 Agustus 2019. Menkumham Yasonna Hamongan Laoly meresmikan Lapas High Risk Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, dengan standar pengamanan super maximum security, yang mampu menampung 711 narapidana dengan sistem one man one cell, dan zero identity bagi sipir yg bertugas.*/EVIYANTI/PR
SEJUMLAH petugas dengan menggunakan sebo, melakukan penjagaan di Lapas Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis, 22 Agustus 2019. Menkumham Yasonna Hamongan Laoly meresmikan Lapas High Risk Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, dengan standar pengamanan super maximum security, yang mampu menampung 711 narapidana dengan sistem one man one cell, dan zero identity bagi sipir yg bertugas.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly meresmikan Lapas "High Risk" II-A  Karanganyar di pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Lapas dengan standar pengamanan super maximum security ini mampu menampung 711 narapidana dengan sistem one men one cell.  

"Lapas high risk profile ini menerapkan standar pengamanan super maximum yang didukung dengan penggunaan alat dan teknologi yang high tech," ujar menkumham saat memberi sambutan pada peresmian Lapas Kelas II-A Karanganyar di Pulau Nusakambangan, Kamis, 22 Agustus 2019. 

Ia menambahkan, lapas dengan sistem pengamanan tercanggih ini satu-satunya di Indonesia dengan sistem one men one cell dan zero identity bagi petugas atau sipirnya. Di Lapas Karanganyar narapidana akan mendapat penanganan secara khusus sesuai dengan tingkat risikonya oleh petugas-petugas terlatih. "Seperti napi teroris yang memiliki ideologi atau paham ekstrem, agitasinya dan propagandanya termasuk napi yang berbahaya. Termasuk penanganan terhadap bandar narkoba," jelas Yasona.

Namun demikian dalam konsep penyelenggaraan pemasyarakatan, para narapidana dipisahkan oleh jenis risikonya dan penanganannya pun disesuaikan. Napi di lapas super maximum security dapat digeser ke maximum (security) setelah dievaluasi. "Tidak selamanya di super maximum akan ada evaluasi. Jika ada pertobatan, ada perbaikan perilaku, ada penurunan ancaman risikonya," tambah Yasonna.

Setiap narapidana akan diperlakukan sesuai dengan intervensinya, penanganan, dan pembinaan. Program- program yang akan dilaksanakan di Kelas II Karangayar akan memiliki sertifikasi, dan program yang jelas.

Sementara itu Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami mengatakan Lapas Karanganyar memiliki 7 blok hunian yaitu blok A sampai G dengan total kapasitas 711 narapidana. Lapas ini memiliki luas area 6.028 meter persegi dilengkapi dengan sistem keamanan High Technology antara lain CCTV, Face Recognition (pendekteksi wajah), dan Automatic Control Room. Juga ada pengacak sinyal, pemasangan pagar kejut, hingga alat audio dan merekam suara pada setiap kamar hunian narapidana. "Lapas khusus Karanganyar masuk dalam kategori lapas 'High Risk' (napi risiko tinggi) dengan pengamanan super maximun security," katanya.

Di pulau Nusakambangan ada tiga jenis lapas, yaitu super maximum security, maximum security, dan minimum security. Serta tujuh lapas tertutup dan satu lapas terbuka. Kedelapan lapas Nusakambangan adalah Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembangkuning, Lapas Permisan, Lapas Pasir Putih, Lapas Terbuka, dan yang terbaru adalah Lapas Karanganyar.

Tiga di antaranya, berkategori lapas berpengamanan super maksimal, yakni Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Karanganyar. Sedang Lapas Batu, Nusakambangan adalah lapas khusus untuk bandar narkoba. Sedangkan Lapas Pasir Putih digunakan untuk membui napi terorisme yang berbahaya.***

Bagikan: