Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Bus Sahabat dari Cirebon Terguling di Tol Tangerang, Empat Orang Tewas

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI kecelakaan lalu lintas.*
ILUSTRASI kecelakaan lalu lintas.*

SERANG, (KB).- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Tangerang-Merak kilometer 79 arah Merak yang melibatkan sebuah bus pada hari Rabu 21 Agustus 2019. Akibatnya, empat penumpang meninggal dunia dan 25 penumpang lainnya mengalami luka-luka. 

Dari informasi yang diterima, bus Sahabat dengan nomor polisi E 7564 KC yang dikemudikan Bambang Hirianto (23) asal kecamatan Gabus Wetan, Indramayu, melaju dari arah Tangerang menuju arah Merak dilajur cepat. Kemudian, tepat di kilometer 79 pengemudi diduga lepas kendali yang menyebabkan kendaraan berjalan ke kanan dan masuk median. Lalu sopir banting setir ke arah kiri dan menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan bus terbalik.

“Korban meninggal dunia ada dua orang tewas di tempat Kejadian Perkara (TKP) dan dua orang lagi saat berjalan menuju Rumah Sakit, jadi ada empat meninggal dunia,” kata Kanit Laka Lantas Polda Banten Ipda Pujianto kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.

Saat ini, kata dia, sudah dilakukan pemeriksaan kelayakan jalan kendaraan, dari hasil pemeriksaan itu, tidak ada patah kemudi, sumbu roda masih berfungsi dan masih layak jalan. “Sementara dari pemeriksaan kemudi tidak ada patah, roda juga masih berfungsi, baik ban sumbu satu dan dua masih layak jalan,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu penumpang selamat Eko yang berasal dari Kuningan menuju Cilegon dengan tujuan mengunjungi keluarga istrinya. Bus tersebut oleng ke kanan dan ke kiri. Ia mengatakan, kejadian itu setelah sopir pertama diganti oleh sopir cadangan. “Sopirnya diganti tuh sama sopir cadangan, terus kejadian (kecelakaan). Saya cuma lecet di tangan doang nahan kepala istri takut terbentur kaca,” kata dia. 

Penumpang lainnya Romlah mengatakan, dirinya tidak menyadari penyebab kecelakaan tersebut. Tetapi, tiba-tiba bus yang ditumpanginya oleng ke arah kiri dan kanan hingga terjadi kecelakaan. Ia sendiri mengaku dipegangi anaknya saat kejadian tersebut. 

“Kencang (bawanya), dua kali oleng, enggak tahu kenapa nya mah, tiba-tiba kejadian saja padahal enggak nabrak enggak apa,” ujar dia. 

Atas insiden itu, saat ini polisi masih melakukan proses identifikasi dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Sementara, untuk pengobatan korban kecelakaan ditanggung jasa raharja dengan maksimal Rp 20 juta.***

Bagikan: