Pikiran Rakyat
USD Jual 13.984,00 Beli 14.082,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

Jumlah Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kota Cilegon Meningkat

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI kekerasan terhadap anak.*
ILUSTRASI kekerasan terhadap anak.*

CILEGON, (PR).- Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kota Cilegon mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatannya bahkan lebih dari 100 persen.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan, pada Mei 2019, jumlah kekerasan terhadap anak ada empat kasus. “Namun pada Juni 2019 kasus tersebut meningkat menjadi 14 kasus,” katanya di sela peringatan Hari Anak Nasional 2019 tingkat Kota Cilegon, di Alun-Alun Jombang, Selasa, 20 Agustus 2019.

Dia mengatakan, peningkatan kasus kekerasaan terhadap anak tersebut harus diantisipasi karena akan menimbulkan trauma seumur hidup. Oleh karena itu, pihaknya terus menyosialisasikan terkait pencegahan tindakan kekerasan terhadap anak, seperti dilansir dari laporan Himawan Sutanto dari Kabar Banten.

Kebanyakan, kata Heni, pelaku kasus kekerasan terhadap anak merupakan anggota keluarga terdekat yang biasanya disebabkan oleh masalah ekonomi keluarga. Selain itu, ada pula kasus kekerasan seksual yang pelakunya juga masih anggota keluarga.

"Untuk kekerasan seksual terhadap anak ini ada beberapa penyebab. Selain karena pengaruh gadget dan internet, ada pula akibat penyimpangan seksual pelaku, sehingga anak- anak jadi korban," ujarnya.

ILUSTRASI kota layak anak.*/ANTARA/PR

Upaya dari Kota Layak Anak Madya ke tingkat Nindya

Terkait upaya menjadi kota layak anak, Heni menyatakan bahwa pihaknya pun sedang berupaya memenuhi hak-hak anak. Misalnya tentang perlindungan, pendidikan dan kesehatannya, dengan berbagai program seperti ruang terbuka hijau, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, serta ruang bermain anak di setiap pelayanan publik.

Sementara itu,Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi, mengatakan, hingga kini pihaknya terus mencoba untuk menjadikan Cilegon sebagai kota layak dan ramah anak. Salah satunya dengan menyediakan faslitas anak-anak di berbagai pelayanan publik.

“Semua usaha yang berkaitan demi kebaikan anak-anak mulai dari ruang terbuka, pelayanan-pelayanan, termasuk juga sekolah, pukesmas, serta fasilitas publik, itu harus lebih ditingkatkan lagi. Dan sejauh ini, pihak kita mencoba dan akan terus berusaha agar Kota Cilegon menjadi kota yang layak anak,” tuturnya.

Edi juga menambahkan, pada tahun 2019, Kota Cilegon meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Tingkat Pratama ke Tingkat Madya. Saat ini, pihaknya tengah berusaha agar bisa meningkat lagi ke tingkat Nindya.

Ia menyatakan harapannya supaya setiap lembaga, dunia usaha, media, dan pemerintah pusat bisa mencapai satu misi jangka panjang yaitu bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030. Bila terwujud, hal itu akan berimbas pula  terhadap keamanan dan kesejahteraan anak-anak di Kota Cilegon.***

Bagikan: