Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Diresmikan

Tim Pikiran Rakyat
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari 15 perguruan tinggi mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat di Depok, Jawa Barat, Rabu, 21 Agustus 2019, bersamaan dengan acara Mini Symposium on Community Engagement 2019. Asosiasi ini bertujuan membantu para pengelola jurnal pengabdian masyarakat dalam membenahi manajemen jurnal agar bisa mendapat akreditasi dari Kemristekdikti.*/DOK AJPKM
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari 15 perguruan tinggi mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat di Depok, Jawa Barat, Rabu, 21 Agustus 2019, bersamaan dengan acara Mini Symposium on Community Engagement 2019. Asosiasi ini bertujuan membantu para pengelola jurnal pengabdian masyarakat dalam membenahi manajemen jurnal agar bisa mendapat akreditasi dari Kemristekdikti.*/DOK AJPKM

DEPOK, (PR).- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari 15 perguruan tinggi (PT) mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM). Deklarasi dilakukan dalam sebuah acara di Depok, Jawa Barat, Rabu, 21 Agustus 2019 bersamaan dengan acara Mini Symposium on Community Engagement 2019.

“Asosiasi ini bertujuan membantu para pengelola jurnal pengabdian masyarakat dalam membenahi manajemen jurnal agar bisa mendapat akreditasi dari Kemristekdikti. Juga untuk meningkatkan kualitas artikel sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Kepala LPPM Universias Moestopo, Rajab Ritonga, yang menginisiasi pendirian AJPKM bersama para koleganya.

Menurut Rajab yang juga asesor akreditasi jurnal nasional (Arjuna) Kemenristekdikti, pendiri AJPKM berasal dari 15 PT. Kelimabelas PT itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Moestopo, London School of Public Relation, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Universitas Pamulang, Sekolah Tinggi Teknik PLN, Universitas Serang Raya, dan beberapa kampus lainnya.

“Setelah deklarasi, asosiasi akan menyelenggarakan workshop percepatan akreditasi bekerja sama dengan Universitas Sahid Jakarta dan Kemristekdikti,” kata Rajab, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima "PR".

Ditambahkannya, percepatan akreditasi itu akan diikuti 40 jurnal pengabdian masyarakat dari seluruh Indonesia. Ke depan, kata dia, akan banyak pengelola jurnal bertema pengabdian masyarakat yang berencana bergabung dalam AJPKM.

“Jurnal pengabdian masyarakat jumlahnya cukup banyak, lebih dari 100, namun yang terakreditasi tidak sampai 10,” kata Rajab yang juga Direktur Uji Kompetensi (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia.

Perkuliahan.*/DOK. PR

AJPKM dinantikan dosen karena memiliki kewajiban mempublikasikan karyanya di jurnal terakreditasi

Sementara itu, Pemimpin Redaksi ASEAN Journal of Community Engagement (AJCE) Universitas Indonesia, Herdis Herdiansyah, pada kesempatan itu dikukuhkan menjadi Ketua Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM). Menurut Herdis, AJPKM merupakan angin segar bagi pengelola jurnal pengabdian kepada masyarakat, para dosen perguruan tinggi, serta para pengabdi masyarakat.

Dikatakannya, dengan adanya AJPKM, maka berbagai permasalahan pengelolaan jurnal seperti kurangnya naskah, terbatasnya editor dan reviewer dapat diatasi melalui sinergi antarjurnal. Para pengelola juga bisa bertukar pengalaman dalam mengatasi berbagai permasalahan mengelola jurnal ilmiah.

Para anggota AJPKM, kata Herdis, juga akan mendiskusikan standarisasi jurnal bertema pengabdian masyarakat, asistensi menuju jurnal terindeks lainnya, dan membahas masalah etik. Jurnal itu pun ditunggu para dosen karena mereka memang diharuskan mempublikasikan karya-karya pengabdiannya di jurnal terakreditasi.

Pada kegiatan Mini Simposium Nasional, tampil sebagai pembicara editor AJCE sekaligus founder gerakan Inkubator Bayi, Ridi Artono Koestoer, dan Kepala Sub Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Kemristekdikti, Suwitno. Sekitar 29 paper yang membahas pengabdian kepada masyarakat terpilih untuk dipresentasikan kepada khalayak pada acara simposium mini tersebut.***

Bagikan: