Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Ada 58 Makam Kuno, Cuma 20 Kuncen yang Dapat Insentif

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi makam kuno.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi makam kuno.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang memberikan insentif senilai Rp 500.000 kepada 20 Juru Pemeliharaan (Jupel/kuncen) di makam kuno atau tokoh Banten dan cagar budaya di Kota Serang. Tujuan dari pemberian honor tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warga. Sehingga, baik makam maupun cagar budaya tetap terjaga dan terawat.

Kepala Seksi (Kasi) Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kota Serang Susilawati mengatakan, berdasarkan data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Banten terdapat 58 makam kuno dan cagar budaya yang ada di Kota Serang. Namun tahun ini Pemkot hanya mampu memberikan insentif kepada 20 orang jupel yang bertugas di 10 makam dan cagar budaya. 

“Insha Allah tahun depan bertambah lagi lima makam. Jadi setiap tahunnya nanti ada lima makam yang akan diberikan insentif. Sehingga tuntas pada 2023, mudahan-mudahan semuanya bisa secara menyeluruh. Kalau di tahun ini baru 10 makam kali dua orang, jadi 20 orang jupel,” katanya, Senin 19 Agustus 2019.

Ia menuturkan, untuk besaran honor yang diterima oleh 20 jupel tersebut, pencairannya dapat dilakukan per tiga bulan sekali melalui rekening masing-masing jupel. “Kalau dilihat besarannya memang tidak begitu besar, tapi lumanyan walaupun tidak besar. Karena intinya ini sebagai bentuk perhatian dari Pemkot Serang saja,” tuturnya.

Bergantian

Susilawati menyebutkan, 10 makam kuno dan cagar budaya yang dipelihara oleh Pemkot di antaranya Makam Singandaru, Masjid Kaujon, Makam Ki Mas Jong, dan Makam Kenari. “Mereka itu (jupel) kerjanya bergantian siang dan malam. Jadi ada shift," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Sedangkan, Kepala Disdikbud Kota Serang Wasis Dewanto menjelaskan, makam dan cagar budaya yang saat ini diberikan insentif bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang. Kemudian, di tahun mendatang pihaknya juga akan mengajukan kembali untuk jupel lainnya.

"Kami juga memberikan jupel insentif dari APBD. Jadi itu dari Pemerintah Kota Serang melalui kami (Disdikbud). Itu juga memang belum semuanya mendapatkan insentif. Tapi yang jelas, kami memberikan itu satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kinerjanya," ucapnya usai acara Fasilitasi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Kekayaan Budaya di salah satu hotel di Kota Serang. 

Sementara seorang sejarawan dari Bantenologi Yadi Ahyadi mengatakan, situs budaya dan makam di Banten, khususnya Kota Serang yang berada di luar kawasan Banten Lama berjumlah lebih dari 100. "Namun itu baru sebagian kecil. Karena masih ada beberapa situs atau makam yang belum ditemukan. Tapi tentunya kami juga harus tau dulu sejarahnya seperti apa," katanya.

Untuk memastikannya, kata dia, membutuhkan proses dan analisa terlebih dahulu. Akan tetapi, ia juga merasa senang karena Pemkot Serang sudah peduli terhadap situs cagar budaya yang selama ini kurang terawat. "Saya kira ini satu langkah yang bagus, Pemerintah Kota Serang sudah membuktikan kepeduliannya terhadap cagar budaya dengan memberikan intensif kepada jupel," ucapnya.***
 

Bagikan: