Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Wiranto Sebut Aksi Massa di Papua Dipicu Pernyataan Negatif Soal Pelecehan Bendera

Yusuf Wijanarko
MASSA membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jalan Trikora Wosi Manokwari, Senin 19 Agustus 2019. Aksi massa itu merupakan buntut kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang.*/ANTARA
MASSA membakar ban saat kerusuhan di pintu masuk Jalan Trikora Wosi Manokwari, Senin 19 Agustus 2019. Aksi massa itu merupakan buntut kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut bahwa pernyataan negatif sejumlah oknum terkait pelecehan bendera Indonesia di Jawa Timur merupakan pemicu aksi massa di Papua dan Papua Barat.

Usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 19 Agustsu 2019, Wiranto telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa kericuhan itu.

"Akan kami usut siapa pun yang memanfaatkan insiden itu untuk kepentingan-kepentingan yang negatif," ujar Wiranto yang dalam rakor melakukan evaluasi dan mengumpulkan laporan lengkap dari berbagai daerah.

Sembari pengusutan dilakukan, dia mengimbau masyarakat tidak terpancing dan terpengaruh dengan informasi negatif dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan Indonesia.

Wiranto mengingatkan, HUT ke-74 Indonesia yang baru saja diperingati seharusnya menjadi pengingat persatuan yang harus terus dipelihara.

"Kita baru saja memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia, yang salah satu tujuannya untuk mengingatkan kita agar persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi modal kemerdekaan tetap terawat dan terpelihara," kata Wiranto kepada Antara.

Dari Manokwari dilaporkan, massa memblokade sejumlah jalan utama dengan membakar ban sehingga membuat arus transportasi lumpuh.

Selain itu, ribuan warga berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Dok II Jayapura untuk menemui Gubernur Papua Lukas Enembe. Aksi itu menyebabkan jalan utama macet dan toko-toko tutup.

Tak ada warga Papua yang diusir

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menekankan, tidak ada warga Papua yang diusir dari Surabaya.

"Kalau ada kabar anak Papua diusir di Surabaya, itu tidak betul. Tidak benar kalau ada pengusiran itu," kata Tri Rismaharini usai pelantikan sebagai Ketua DPP PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin 19 Agustus 2019.

Dia mengatakan, sejumlah pegawai di instansinya juga berasal dari Papua. "Kabag Humas saya dari Papua, beberapa camat dan pejabat saya juga dari Papua. Saya juga diangkat warga Papua jadi Mama Papua. Jadi, pengusiran itu tidak benar," katanya.***

Bagikan: