Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Mensos: Negara Turun Tangan untuk Rehabilitasi Sosial di Papua-Papua Barat

Siska Nirmala
MASSA melakukan aksi di Jayapura, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.*/ANTARA
MASSA melakukan aksi di Jayapura, Senin, 19 Agustus 2019. Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan negara akan hadir untuk memberikan rehabilitasi sosial di Provinsi Papua dan Papua Barat setelah terjadinya kerusuhan di kedua daerah tersebut.

"Pasti negara akan hadir dalam melakukan rehabilitasi sosial di Provinsi Papua dan Papua Barat," katanya di Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Bentuk kehadiran pemerintah, katanya, bisa berupa pemberian bantuan maupun stimulan bagi korban, baik yang luka atau tempat usahanya rusak. Selain itu, pemerintah juga hadir dalam penyelesaian bencana sosial lewat program keserasian sosial.

Menurut Mensos, harus dicari akar permasalahannya sehingga penanganan yang dilakukan juga berbeda. Maka kearifan lokal dalam penyelesaian masalah sangat penting.

"Tentu apa yang terjadi di Manokwari, Buton atau Lampung akar permasalahannya berbeda, nanti kita akan lihat program keserasian sosial yang tepat dan proporsional," katanya.

Sebelumnya terjadi kericuhan di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Masyarakat di ibu kota Papua Barat tersebut turun ke jalan bersama mahasiswa membakar ban-ban di berbagai sudut kota maupun jalan-jalan protokol.

Selain itu, mobilisasi massa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Sebelumnya terjadi bentrokan pada Kamis, 15 Agustus 2019, antara sekelompok warga Kota Malang dengan mahasiswa asal Papua pada saat akan menyampaikan pendapat di Balai Kota Malang, Jawa Timur.***

Bagikan: