Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Kerusakan Akibat Gempa Mencapai 776 Rumah

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI gerakan gempa di seismograf.*/CANVA
ILUSTRASI gerakan gempa di seismograf.*/CANVA

PANDEGLANG, (PR).- Pemkab Pandeglang memastikan data kerusakan rumah sudah final, jumlah yang saat ini dinyatakan rusak mencapai 776 unit rumah.

Sekretaris Daerah Pandeglang, Pery Hasanudin menuturkan, pihaknya sudah menerjunkan tim ahli untuk melakukan verifikasi terhadap laporan camat, terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Perkim, Dinas Sosial (Dinsos), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dilapangannya didampingi langsung oleh Kepala Desa (Kades) setempat.

"Hasil dari laporan tiap-tiap camat, jumlah total yang rusak ringan dan sedang ada 525 rumah, dan 56 rumah rusak berat. Dari jumlah itu kami lakukan veririfikasi lagi oleh tim khusus yang terjun langsung kelapangan," tutur Sekda Pandeglang, Minggu 18 Agustus 2019.

Pery mengaku, dirinya memimpin langsung penangan gempa tersebut. Pihaknya sudah menemukan data real by name by adres, dan data itu juga kata dia sudah final.

"Hasil verifikasi tim bahwa yang mengalami rusak ringan itu berjumlah 542 rumah, rusak sedang 179 rumah, dan rusak berat berjumlah 55 rumah. Ini sudah bersifat final, dan bahkan sudah di SK-kan oleh Bupati Pandeglang," ujarnya.

Pery mengklaim, data itu benar-benar sudah sesuai keadaan yang sesungguhnya. Karena kata dia, tim langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi langsung rumah para korban sesuai data yang dilaporkan.

"Mudah-mudahan tidak ada yang ketinggalan, karena kami kerja maksimal. Bahkan tim tidak ada liburnya melakukan verifikasi. Kami melakukan ini sangat cepat, karena kami ingin segera masyarakat mendapatkan batuan baik itu dari BNPB maupun dari Pemprov Banten," ucapnya.

Sementara itu, Camat Mandalawangi, Entus Bakti mengatakan, data kerusakan akibat gempa bumi kemarin, sudah disampaikan sejak 5 Agustus. Sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Pemerintah.

Tunggu bantuan rehab

Data awal yang disampaikan ke Bupati Pandeglang, ungkap dia, ada 157 bangunan rusak terdiri dari 3 bangunan sekolah, 6 bangunan tempat peribadatan dan 148 rumah warga. Namun setelah tim verifikasi dari Kementerian Sosial turun ke lapangan jumlah itu bertambah lagi 9 bangun sehingga total 166 bangunan rusak di Kecamatan Mandalawangi.

"Alhamdulillah datanya sudah lengkap. Jadi paska verifikasi nambah 9 bangunan dari 157 data awal yang kami laporkan, tim verifikasi juga sudah turun," katanya.

Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak sudah banyak datang, namun tidak semua bantuan datang langsung ke kecamatan, tetapi ada juga yang disalurkan langsung kepada para korban baik oleh dinas atau instansi lain.

Namun untuk kepastian kapan dana bantuan rehab rumah diterima oleh warga, ia belum bisa menyampaikan, alasannya karena masih menunggu kabar dari pemerintah pusat.

"Kalau itu (dana untuk rehab rumah), mungkin tim verifikasi yang kemarin turun untuk menentukan mana rumah yang rusak berat, sedang dan ringan. Sepertinya itu yang akan jadi patokan, dananya berapa saya kurang tahu. Secepatnya," katanya.

Masi kata Entus, warga yang rumahnya mengalami rusak berat tinggal di rumah kerabatnya. Hal itu lantaran sistim kekerabatan di daerah yang ia pimpin masih sangat kental.

"Karena sistim kekerabatan, jadi ada yang tinggal di rumah ibunya atau adiknya, jadi penanganan paska gempa ini karena sistim kekerabatan kuat jadi itu yang kami anggap tidak perlu ada posko. Saya sering pantau ke lapangan kebanyakan mereka tinggal di rumah kerabatnya," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.***

Bagikan: