Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Harga Tembakau Tembus Angka Tertinggi dalam Enam Tahun Terakhir

Eviyanti
MENJEMUR tembakau setelah dipanen.*/EVIYANTI/PR
MENJEMUR tembakau setelah dipanen.*/EVIYANTI/PR

WONOSOBO, (PR).- Petani di  lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Waonosobo, Jawa Tengah memasuki panen tembakau. Harga tembakau  pada musim panen tahun ini merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir

Tingginya harga tembakau, disamping disebabkan karena kualitas, juga disebabkan karena adanya pembatasan impor pada saat panen raya. Dalam beberapa pekan terakhir, harga tembakau rajangan kering di tingkat petani terpantau naik.

Harga tembakau rajangan kualitas bagus mencapai antara Rp 80-90 ribu per kilogram. Sedangkan tembakau berkualitas lebih rendah, harganya berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kg. 
 
"Semakin berkualitas, semakin bagus. Di tingkat petani, harga tembakau rajangan mencapai Rp 80-90 ribu perkg," kata Dwi Bagio, warga Parakan Wonosobo, Minggu, 18 Agustus 2019.

Tahun lalu, harga anjlok karena pada saat panen, tembakau impor bisa masuk melalui Jawa Timur. Akibatnya, harganya di sentra tembakau Jawa Tengah ikut terpengaruh, karena pabrik rokok banyak membeli tembakau impor, 

Harga tembakau saat ini mengulang sejarah pada Rp 2011, dimana harga tembakau menembus harga tertinggi. "Tahun ini sama dengan harga yang pernah membuat petani tembakau kembali pada masa kejayaan," kata Dwi. 


Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Wonosobo, Ristomoyo, mengatakan bahwa sudah sepekan ini PT Gudang Garam mulai membeli tembakau kepada petani dengan harga Rp 90 ribu per kg.  Tahun ini kuota pembelian dari PT Gudang Garam mencapai 16.000 ton. Harga tersebut sudah jauh di atas BEP, yang rata-rata Rp 70 ribu per kg. 

Diakui dia, untuk tembakau berkualitas baik, harga tembakau di Wonosobo dijual antara Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu.***

Bagikan: