Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Ditemukan Uang VOC dan Tiongkok di Halaman Keraton Surosowan

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilustrasi mata uang VOC.*/ANTARA
FOTO ilustrasi mata uang VOC.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten bersama mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) kembali menemukan beberapa pecahan gerabah, keramik dan genting pada dua bulan ekskavasi di eks kawasan Kesultanan Banten, tepatnnya di halaman Keraton Surosowan. Namun ada temuan baru, yaitu pipa cagklong atau pipa rokok pada zaman kesultanan.

Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten, Yanuar Mandiri menjelaskan, temuan selama dua bulan terakhir ini masih sama pada temuan-temuan sebelumnya. "Temuannya masih sama. Mata uang, gerabah, pecahan keramik, pipa cangklong dan semuanya sementara ini tersimpan di Puslit (Pusat Penelitian)," ujarnya, Minggu 18 Agustus 2019.

Ia mengatakan, pada saat penggalian, ada beberapa temuan benda yang cukup menarik perhatian dirinya dan juga tim. Meski pun sama yang ditemukan hanya pecahan dan beberapa mata uang, tapi ada yang berbeda. "Ini baru kami temukan, mata uang Banten Inskripsi bertulis Ratu Ing Banten. Kemudian ada genting sirap, terus ada juga pecahan keramik baru," katanya.

Namun untuk jumlah dari mata uang yang ditemukan, pihaknya belum melakukan inventarisir. Karena masih ditemukan di beberapa titik kotak galian lainnya. Ia juga menjelaskan, sejumlah mata uang yang berhasil ditemukan oleh timnya. Mulai dari mata uang VOC hingga mata uang Banten sendiri.

"Nanti setelah selesai ekskavasi baru kami inventaris semuanya. Ini juga ada mata uang dari VOC, Tiongkok, dan Banten. Mata uang dari VOC itu beragam, ada yang abad 17 dan 18. Kemudian, mata uang Cina itu ada yang abad 15 dan 16. Sedangkan mata uang Banten itu pada masa pemerintahan Maulana Muhammad," tuturnya kepada wartaan Kabar Banten, Rizki Putri.

Saluran air

Selanjutnya, kata dia, ditemukan juga fondasi diduga saluran air menuju kanal yang berada tidak jauh di sekitar lokasi. Namun belum dipastikan apakah benar saluran air menuju kanal atau saluran pembuangan. "Iya kemarin itu ditemukan struktur yang diduga saluran air. Nanti ada penanganannya sendiri kalau untuk itu," tambahnya.

Sedangkan seorang mahasiswi Arkeologi dari UI Ni Putu Ayu Ajnadewi Prabharani mengatakan, ada penemuan yang unik dan menarik. Sebuah fragmen figurin berbentuk barong ditemukan pada galian sedalam 40 centi meter dibawah permukaan tanah. Menurutnya, dalam sejarah tidak ada kesultanan manapun terutama Islam yang memiliki figurin tersebut.

Ia pun menduga bahwa fragmen figurin berbentuk barong itu merupakan hadiah dari kerajaan atau rekan dari sultan di Banten. "Unik sih ini, kami bisa temukan fragmen ini di dalam kawasan keraton Islam. Karena memang di sejarah itu tidak ada. Tapi dugaan sih, ini hadiah atau kado dari tamu sultan di Banten," ucapnya.

Kemudian, Rani juga menjabarkan, beberapa temuan hasil penggalian ia bersama teman-temannya. Seperti, Fragmen figurin, pipa cangklong, pecahan gerabah, pecahan keramik, logam, tulang hewan herbivora, pecahan sendok, dan logam atau besi. "Ini ada beberapa yang masih diragukan. Seperti tulang herbivora sama logam, itu kami belum tau jelasnya seperti apa," katanya.

Sementara ini, baik dari BPCB Banten maupun mahasiswa UI mengatakan, lebih banyak ditemukan pipa cangklong dan pecahan keramik serta gerabah. Sedangkan untuk Srimanganti saat ini masih dalam proses penggalian.***

Bagikan: