Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Curug Putri Warisan Geologi yang Cantik

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi objek wisata di Pandeglang.*/FACEBOOK PESONA BANTEN
FOTO ilustrasi objek wisata di Pandeglang.*/FACEBOOK PESONA BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Pandeglang berupaya mendorong destinasi wisata Curug Putri sampai di UNESCO, meski demikian Pemkab akan melihat kemampuan fiskal daerah.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, dirinya bersyukur kepada Allah telah diberikan warisan geologi sangat cantik, dan ini bisa menjadi investasi besar bagi Indonesia maupun Banten dan Pandeglang melalui PAD-nya. 

"Bagaimana supaya daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara, datang ke sini. Aspek aksesibilitasnya belum ada, tadi kita bicara sama pak dandim, saya bawa dinas lengkap dari perkim, PUPR, untuk bisa mengukur kemampuan fiskal kita sejauh mana," ucapnya  di Curug Putri Carita, Minggu 18 Agustus 2019.

Ia mengatakan, ada jalan pintas yang lebih dekat jaraknya. Ia berharap bisa ada jalan akses masuk, agar para peneliti,  masyarakat, wisatawan Jabodetabek bisa datang ke Curug Putri dengan akses yang sangat mudah.

"Kami berharap tadi sedang ada upaya geopark ujung kulon menuju geopark nasional. Setelah diakui oleh nasional, kita akan jual lagi sampai diakui di Unesco geopark internasional. Ini tidak mudah, kita harus bisa mempromosikan, tetapi tadi, Infrastrukturnya harus kita angkat. Listriknya, jalannya, sehingga mereka menuju ke sini mudah," ujarnya.

Menurutnya, Tahura ini sudah selayaknya menjadi domain kabupaten, tetapi  pemerintah provinsi masih mengkaji. "Saya tunggu niat baik Pemprov Banten untuk bersama-sama, kalau memang belum bisa dihibahkan alasannya seperti apa, kalau memang mau dibangun segera dibangun. Kita harus berbagi tugas, karena APBD kami sedikit, jadi perlu bantuan Pemprov Banten untuk membangunnya," katanya.

Masih kata Irna, untuk harga tiket masuk dirinya mendorong agar bisa disesuaikan dengan standar, sebab untuk terus menarik pengunjung.

"Untuk tiketnya nanti dilihat lagi berapa standarnya, jangan terlalu mahal. Sebab, orang akan kapok untuk kembali ke sini lagi," katanya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Firda Lestari menuturkan, dirinya sangat berkesan melihat little grand canyon yang natural, sebab masih tergolong langka untuk di daerah Banten.

"Bagus ya tebing-tebingnya, airnya juga natural dan berasal dari sumbernya langsung mungkin. Suasananya sejuk dan segar, cuma jalannya saja yang cukup jauh, mungkin ini konsepnya jelajah alam," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten,  Ade Taufik.***

Bagikan: