Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

PLTA Kayan Hasilkan Listrik Terbesar di ASEAN

Muhammad Ashari
GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie (berbatik) dan Kepala Staf Prasiden Moeldoko (berbaju putih) memberikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, Kamis 15 Agustus 2019.*/ MUHAMMAD ASHARI/PR
GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie (berbatik) dan Kepala Staf Prasiden Moeldoko (berbaju putih) memberikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, Kamis 15 Agustus 2019.*/ MUHAMMAD ASHARI/PR

JAKARTA, (PR).- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimantan Utara, akan menghasilkan listrik sebanyak 9.000 megawatt. PLTA itu akan menghasilkan listrik yang terbesar di wilayah ASEAN serta menjadi proyek strategis nasional yang akan menopang perekonomian ke depannya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjelaskan rencana pembangunan PLTA Sungai Kayan ini dibangun di atas lahan 12.000 hektar untuk menghasilkan listrik hingga 9.000 megawat.

“Pembangunan ini diinisiasi oleh PT Kayan Hydro Energy yang digagas sejak 2009. Pada 31 Oktober 2018, ditandatangani kontrak kerja sama di ruangan ini (KSP) antara PT Kayan Hydro Energy dengan China Power dan hari ini dilanjutkan penandatangan pelaksanaan proyek,” kata Irianto di Kantor Staf Presiden, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut dia, PLTA di Sungai Kayan akan dibangun sebanyak lima bendungan yakni bendungan pertama menghasilkan 900 megawat, bendungan kedua 1.200 megawat, bendungan ketiga dan keempat itu 1.800 megawat lalu bendungan kelima 3.200 megawat.

“Sehingga jumlah keseluruhan itu 9.000 megawat. Ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan Asean. Karena kita tahu PLTA terbesar itu Sungai Asahan yang menghasilkan 600 megawat,” ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan mega proyek ini sudah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018, sehingga secara periodik tentu akan dilaporkan kepada Presiden RI perkembangannya.

“Hubungan dengan KSP yang dipimpin Pak Moeldoko adalah tugas beliau untuk mengawasi, mengevaluasi dan mencegah adanya hambatan-hambatan. Beliau sudah menugaskan salah satu deputi untuk terus memonitor proyek pembangunan ini,” ujarnya.

Selain perwakilan dari China Power, hadir juga Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang dan Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata. Pembangunan tiga proyek itu dikerjakan oleh PT Adhi Karya dan PT Pelindo IV.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, sejauh ini telah ada perjanjian yang ditandatangani mengenai tiga proyek strategis nasional di Kalimantan Utara, yakni meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt, pembangunan pelabuhan dan kawasan industri.

“Jadi tiga kegiatan besar itu sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kamis 16 Agustus 2019.

Moeldoko mengatakan, KSP akan mengawal jalannya proyek strategis nasional pada kawasan-kawasan tertentu yang sudah ditandatangani.

“Hari ini sebuah realisasi dari apa yang sekian lama telah diperjuangkan oleh Pak

Gubernur (Kalimantan Utara Irianto Lambrie),” ujarnya.***

 

 

Bagikan: