Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Ratusan Lapak Pedagang di Bantaran Sungai dan Trotoar di Kota Cilegon Dibongkar

Tim Pikiran Rakyat
null
null

CILEGON, (PR).- Ratusan lapak pedagang yang ada di Pasar Kranggot dibongkar oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP), Dinas Perhubungan, Polri, dan TNI. Lapak pedagang itu dibongkar karena tetap berjualan di atas bantaran sungai dan trotoar di area sekitar pasar tradisional yang cukup besar di Kota Cilegon.

Pembongkaran dilakukan Rabu, 14 Agustus 2019, seperti dilaporkan Himawan Sutanto dari Kabar Banten. Berdasarkan pantauan di lokasi, penertiban tersebut berjalan dengan  aman dan terkendali. Namun, ada sejumlah pedagang yang enggan menertibkan barang dagangannya.

Dengan pendekatan persuasif, akhirmya para pedagang yang rata-rata menjual kebutuhan masyarakat seperti sayur dan bumbu dapur, mulai menertibkan barang dagangannya. Proses itu pun dibantu anggota Satuan Perlindingan Masyarakat (SatLinmas) perwakilan Kelurahan yang ada di Kota Cilegon.

Kepala Dispol PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur, mengatakan, penertiban itu akan terus dilakukan sampai dengan para pedagang menempati hanggar yang sudah disediakan Pemkot Cilegon. Penertiban dilakukan memang karena para pedagang membandel tidak ingin pindah.

“Apalagi keberadaan lapaknya yang mengganggu arus lalu lintas. Bahkan, yang seharusnya jadi tempat parkir, namun ditempati oleh pedagang. Kami akan terus melakukan penertiban sampai dengan para PKL menempati hanggar yang telah disediakan," katanya.

Penertiban sudah dilakukan dua kali

Dia mengatakan, penertiban ini adalah yang kedua kalinya dilakukan. Ia mengatakan, pihaknya sudah  memberikan waktu yang cukup lama agar para pedagang langsung menempati lokasi hanggar.

Namun, kata dia, masih saja banyak para pedagang yang membandel. Dengan tindakan persuasif dan humanis, anggota Dispol PP membantu membawa dagangan mereka ke hanggar yang sudah disediakan secara gratis.

"Makanya, hari ini kami ambil tindakan tegas agar para pedagang menempati hanggar yang telah disediakan. Nantinya, kesan pasar yang semerawut tidak ada lagi di pasar Kranggot ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Dikrie Maulawardhana, mengatakan, ada 200 unit hanggar yang tersedia untuk para pedagang yang ditertibkan. Jumlah pedagang sendiri mencapai 163 orang sehingga bisa masuk ke lokasi yang disediakan.

“Dan tidak ada alasan untuk para pedagang untuk tidak menempati hanggar tersebut. Namun, jika para pedagang menolak untuk ditempatkan di hangar, kami akan melakukan tindakan tegas dengan membongkar emprakan dan mengarahkan ke hanggar yang tersedia," ucapnya.

Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Atong, mengatakan, ia sudah menerima surat terkait adanya penertiban untuk para pedagang. Untuk itu, ia akan melakukan pembongkaran sendiri tanpa melibatkan pihak lain.

”Iya sudah menerima surat, saat ini kami sedang membersihkan lapaknya. Kalau selama ini belum dibongkar karena masih ada sengketa batas jualan dengan yang lainnya,” ungkapnya.***

Bagikan: