Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Perda Penanggulangan HIV-Aids di Kabupaten Serang untuk Hentikan Penularan

Tim Pikiran Rakyat
Peserta mengikuti parade budaya dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018). Dalam parade tersebut para peserta mengkampanyekan bahaya Penyakit HIV/AIDS.*/ANTARA
Peserta mengikuti parade budaya dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018). Dalam parade tersebut para peserta mengkampanyekan bahaya Penyakit HIV/AIDS.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Serang telah menyelesaikan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penanggulangan HIV-Aids. Hal itu diungkapkan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Serang di gedung paripurna DPRD Kabupaten Serang, Rabu, 14 Agustus 2019.

Juru bicara pansus raperda Penanggulangan HIV-Aids, Ahmad Soleh, mengatakan, pansus tentang raperda penanggulangan HIV-Aids dibentuk karena tingginya angka penyeberan penyakit tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2016, terdapat 40 ribu kasus HIV di Indonesia. Dari jumlah itu, HIV paling sering terjadi pada pasangan heteroseksual dan pengguna napza suntik (penasun).

Pada periode tahun yang sama, lebih dari 7 ribu orang menderita Aids dan angka kematian mencapai 700 orang. “Data Kemenkes menunjukkan periode Januari-Maret 2017, tercatat 10 ribu penderita positif HIV dan 650 positif Aids di Indonesia,” ujarnya dalam paripurna, dilasir dari laporan Dindin Hasanudin dari Kabar Banten.

Politisi Hanura itu mengatakan, untuk Kabupaten Serang, dari data Dinkes pada tahun 2018, terjadi kasus HIV-Aids sebanyak 1.533 kasus. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 632 orang positif HIV dan 244 orang positif Aids.

Kemudian, kata dia, melihat data se-Indonesia, ternyata penyakit HIV-Aids terus meningkat setiap tahun. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten serang. Jika jumlah itu terus meningkat, maka akan berbahaya terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Serang khususnya generasi muda.

“Adapun maksud tujuan dari raperda ini, satu, agar pemda lebih maksimal dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-Aids. Dua, agar jumlah tidak terus meningkat tiap tahun. Dan, masalah HIV-Aids bukan hanya masalah dinkes tapi harus koordinasi dengan OPD yang lain,” ucapnya.

null

Bupati Serang akui masalah HIV-Aids seperti fenomena gunung es sehingga butuh penanganan serius

Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chsanah, mengatakan, perda HIV-Aids adalah perda yang dibutuhkan bagi masyarakat. Alasannya, fenomena HIV-Aids biasanya hanya sedikit yang terungkap atau muncul ke permukaan.

“Terutama dari Dinkes mengkhawatirkan, ini seperti persoalan gunung es. Hanya sedikit terlihat di permukaan, tapi di bawah banyak,” ujarnya.

Ia mengatakan, fenomena itu terjadi karena penderitanya lebih banyak bungkam atau menyembunyikannya. Sehingga, kemungkinan terdatanya akan sangat kecil. “Karena enggak mungkin penyakit ini disampaikan ke umum, karena penderita malu,” ucapnya.

Karena itulah, masalah penyebaran HIV-Aids justru perlu penanganan serius. Tatu pun mengklaim sudah memiliki program pencegahan penyebaran. Namun yang dikhawatirkan, laju pertumbuhan program akan kalah cepat dengan bertambahnya penderita HIV-Aids.

“Itu yang dikhawatirkan. Jadi kalau penangan harus masif, ini harus semua lini. Karena kalau bentuk perda, yang terkait banyak bukan hanya pemda, jadi banyak stakeholder yang bisa ditarik untuk bersama-sama,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pencegahan yang dilakukan hanya sebatas memberikan penyuluhan. Penyuluhan diberikan karena penyakit ini banyak terjadi karena adanya penyimpangan perilaku seksual dan dan penggunaan narkoba suntik. Salah satunya, ia menyebutkan perilaku seksual LGBT.***

Bagikan: