Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 24.3 ° C

Muhidoh Berhasil Diselamatkan tapi Belum Terima Uang Gaji

Tim Pikiran Rakyat

ANGGOTA BNP3TKI Serang saat menjemput Muhidoh Saroh, TKI asal Kecamatan Ciruas yang berhasil dipulangkan.*/ISTIMEWA
ANGGOTA BNP3TKI Serang saat menjemput Muhidoh Saroh, TKI asal Kecamatan Ciruas yang berhasil dipulangkan.*/ISTIMEWA

SERANG,(PR).- Muhidoh Saroh (23), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Kejambulan Desa Gosara Kecamatan Ciruas yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akhirnya berhasil dipulangkan. Ibu satu anak tersebut pulang dalam kondisi sehat.

Paman Korban, Sutiadi membenarkan kabar kepulangan Muhidoh. Namun demikian, dalam proses pemulangannya ongkos tiket ditanggung oleh pihak TKI. "Berarti hak-hak TKI belum dipenuhi," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, Rabu 14 Agustus 2019.

Sementara, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Hafi Salim mengatakan, Muhidoh pulang pada Senin (14/8/2019) sekitar pukul 01.40 malam melalui bandara internasional Soekarno Hatta. " BP3TKI berhasil menyelamatkan Muhidoh di bandara, yang jelas sudah ada pihak sponsor menjemput di bandara. Dibantu oleh bu Bayeni tim kami juga dari Solidaritas Perempuan untuk mengawal," ujarnya 

Maftuh mengatakan proses pemulangan berlangsung cukup cepat. Dalam pemulangannya, upaya dilakukan oleh BNP2TKI dan SBMI. Mediasi pun dilakukan dengan pihak agensi dan majikan Muhidoh sampai akhirnya Muhidoh bisa dipulangkan. "Upaya penjemputan pun dilakukan oleh keluarga dan SBMI berkordinasi dengan pihak bandara, BP3TKI Serang untuk penyelamatan yang di pinta keluarga atau suaminya," tuturnya.

Muhidoh pulang dalam kondisi baik-baik saja. Mengenai adanya luka seperti dijelaskan pada awal kasusnya, Maftuh mengatakan perlu pihak keluarga yang memeriksanya. "Dan di bandara pun tidak ada penjelasan dari tim kami saat penjemputan kemarin (tentang kondisi luka)," katanya.

Namun demikian, saat ini pihak korban masih menggugat uang gaji yang dipakai untuk membeli tiket kepulangannya. "Tiket kepulangan Muhidoh bukan dari pihak agensi tapi daru gaji Muhidoh, dan sekarang suami masih menggugat uang hak nya Muhidoh yg di belikan tiket. Gaji yang belum dibayar 2 bulan. Uang tiket sekitar 1.400 Dirham," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihak kepolisian dan BNP2TKI masih mendalami untuk mencari solusi agar apa yang dituntutkan kembali kepada pihak keluarga. "Uang yang dipakai untuk pembelian tiket tersebut bisa dikembalikan kepada yang berhak yaitu Muhidoh," ucapnya.

Sementara untuk kasus hukum, saat ini SBMI hanya menunggu dari pihak keluarga apakah akan maju atau tidak. "Karena dari pihak kepolisian masih nunggu kedua belah pihak. Ya kalau kami masih menunggu dilanjutkan atau tidak karena semua tergantung pelapor. Dan kalau pun kasus tidak dilanjutkan harus ada penyelesaian daru kedua belah pihak. Karena tugas kami hanya mendampingi korban atas pelaporan tersebut," tuturnya. ***
 

Bagikan: