Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

Kenaikan Tunjangan ASN Disesuaikan Eselon

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTTRASI tunjangan tambahan penghasilan pegawai.*/ANTARA
ILUSTTRASI tunjangan tambahan penghasilan pegawai.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Pemerintah Kota Serang berencana menaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Serang. Kenaikan itu, direncanakan sebesar 25 persen. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, TB Urip Henus mengatakan, TPP Kota Serang jauh lebih rendah dibandingkan Kabupaten/Kota lain. Saat ini, TPP untuk eselon IV berkisar dari Rp 4-6juta. Sedangkan dirinya sendiri sat ini mendapatkan TPP sebesar Rp 3,5 juta dipotong pajak 15 persen. 

"Kita kan TPP nya memyesuaikan eselonnya, eselon IV itu sekitar 4 juta sampai 6 juta, saya sendiri saja sebagai Sekda Rp 3,5 juta yang sekarang ini," kata dia, Rabu 14 Agustus 2019.

Ia mengatakan, TPP itu diterima setiap bulan oleh ASN Kota Serang secara bervariasi. Sementara itu, kenaikan TPP akan mulai direalisasikan pada tahun 2020 setelah KUA PPAS disepakati oleh DPRD Kota Serang. "Kemarin KUA PPAS di Jakarta juga disetujui oleh dewan intinya tidak ada masalah. Kalau TPP setiap bulan," ucapnya. 

Dengan kenaikan TPP itu, ujar dia, diharapkan ASN di Kota Serang lebih meningkatkan disiplin dan kinerjanya. Kedepan, TPP itu direncanakan berubah menjadi Tunjangan Kinerja (Tukin). "Ada unsur yang kita perhatikan, Ini mengarah pada Tukin, kita belum kesana memang masih bentuk TPP tapi ke depan akan menjadi Tukin," ujarnya. 

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap, dalam menentukan besaran kenaikan TPP, Pemkot Serang menggunakam indikator beban kerja, bukan berdasarkan eselon ataupun golongan. 

"Saya berharap ke depan tolak ukurnya beban kerja, misalkan guru bebannya lumayan tuh kalau tidak salah sampai 36 sampai 40 jam, nah itu saya harap agak dilebihin daripada kaya contoh yang di perpustakaan," kata dia. 

Sehingga, dengan kenaikan TPP itu diharapkan tidak ada lagi guru yang mengajukan pindah. Karena, saat ini Kota Serang masih kekurangan guru. "Kita kekurangan guru itu hampir 500 orang," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.***
 

Bagikan: