Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Harga Bahan Pakan Ternak Naik , Puluhan UMKM Terancam Gulung Tikar

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi burung beo.*/TAMAN MARGASATWA RAGUNAN
FOTO ilustrasi burung beo.*/TAMAN MARGASATWA RAGUNAN

CILEGON, (PR).- Naiknya harga bahan pakan ternak untuk jenis burung membuat puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kota Cilegon terancam gulung tikar.

Salah seorang pemilik UMKM, Asrofi, yang bertempat tinggal di Kelurahan Panggung Rawi mengatakan, sejak dua minggu terakhir harga bahan pakan ternak untuk burung naik sekitar 80 persen.

“Saya mempunyai usaha pakan racikan untuk jenis burung Love Bird selama dua tahun.Dalam keseharian, bisa menjual sekitar 30 bungkus pakan. Namun sejak dua minggu lalu, karena bahan pakan naik, terpaksa usaha saya berhenti,” katanya kepada Himawan Susanto dari Kabar Banten, Rabu, 14 Agustus 2019. 

Dia mengatakan, untuk meneruskan usahanya, butuh modal yang cukup besar, seiring dengan naiknya harga bahan pakan ternak tersebut. Karena, kata dia, untuk dijual lagi juga sudah tidak mampu karena itu artinya harus menaikkan harga di atas pasaran.

“Kalau dulu,masih harga Rp 250 ribu/karung, sekarang sudah Rp 450 ribu/karung. Kalau saya paksakan, pakan ternak yang saya buat bisa dinaikan harganya sekitar Rp 45-50 ribu, tapi mana ada yang beli. Dengan harga normal saja sekitar Rp 25-30 ribu, saya harus bongkar tutup untuk permodalan,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh pelaku UMKM lainnya asal Kelurahan Warnasari, Kec.Citangkil, Dimas, yang memulai usahanya menjual pakan racikan sekitar satu tahun lalu. Ia kegat saat mengetahui harga bahan pakan naik.

Untuk itu ,dirinya berhenti memproduksi. Kini hanya tinggal puluhan stok yang ada di kediamannya.

“Biasanya saya beli dua karung,kemudian dibikin pakan racikan sekitar 1-2 bulan untuk diproduksi, lalu saya bikin lagi. Tapi awal bulan ini saya kaget, karena harga naik yang cukup luar biasa. Teman-teman yang punya usaha juga mengalami hal yang sama, makanya saya off dulu, sambil melihat kembali mudah-mudahan bisa normal,” tuturnya.

Duduk rembuk

Sementara itu, Ketua Kicau Mania Cilegon Banten (KMCB) Rahmat Ali berharap kepada para pedagang dan pemerintah agar melakukan komunikasi dan duduk bersama. Karena, kata dia, sejak ramainya penghobi burung, sudah menjadi salah satu industri yang banyak meningkatkan sektor perekonomian.

“Salah satu contohnya adalah peternak, dimana peternak tersebut merupakan salah satu pelaku UMKM. Kemudian rekan kicau lainnya bisa memanfaatkan untuk membuat pakan jenis burung tertentu. Dan, ketika ada lomba, masyarakat sekitar bisa diberdayakan. Jadi kami melihat ini adalah sebuah multiplier effect yang cukup bagus dalam peningkatan perekonomian,” ucapnya.

Ia meminta kepada instansi terkait seperti Disperindag, agar dapat mengendalikan harga pakan burung yang melonjak tajam. Sehingga, ujar dia, satu sama lain masih bisa diuntungkan.

“Kalau info yang saya terima, dari hobi burung ini, perputaran uang cukup lumayan, apalagi dengan jual beli pakan ternak. Semuanya multiplier dan saling mempunyai ketergantungan, jadi kami berharap kepada instansi terkait untuk dapat mengendalikan harga,” kata Rahmat.

Sementara itu Sekretaris Disperindag Kota Cilegon Bayu Panatagama mengatakan, selama ini Disperindag hanya menangani bahan kebutuhan untuk manusia. Namun, kata dia, untuk jenis kebutuhan pakan ternak ada pada isntansi lain.

“Ini memang menarik sekali, karena ada UMKM yang berperan, namun untuk urusan harga pakan ternak ada pada instansi lain. Untuk Disperindag sendiri hanya mengurusi bahan kebutuhan pangan seperti sembako, sayuran, dan lainnya,” katanya.***

Tags
Bagikan: