Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Terasa Mudah, TS Ketagihan Bobol Kotak Amal 

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi kotak amal masjid.*/ANTARA
FOTO ilustrasi kotak amal masjid.*/ANTARA

YOGYAKARTA, (PR).- Beralasan biaya hidup habis, TS (27) membobol kotak infak masjid. Tidak hanya sekali, pria asal Cilacap ini sudah beraksi sebanyak 14 kali di lima masjid berbeda.

Aksi TS terhenti saat tertangkap di Masjid Tamtama Prawirotaman Mergangsan. Marbot masjid sudah mencurigai kedatangannya. Bahkan, dari keterangannya, di masjid tersebut ia sudah beraksi sebanyak empat kali di rumah ibadah ini.

“Ditangkap sama marbot dan warga sekitar saat keluar dari kamar mandi masjid. Belum ambil uangnya. Di tempat itu (masjid Tamtama) sudah empat kali (mencuri infak). Ternyata kerekam CCTV,” kata TS ditemui di Mapolsek Mergangsan, Selasa 13 Agustus 2019.

TS mengaku terpaksa melakoni pencurian kotak infak. Alasannya sederhana, biaya bertahan hidup telah menipis. Sayangnya pria yang berprofesi sebagai pedagang online ini ketagihan. Baginya, mencuri kotak infak relatif mudah.

Untuk memuluskan aksi, ia hanya bermodalkan paku. Caranya dengan membongkar engsel kunci gembok. Setidaknya untuk sekali aksi dia membutuhkan waktu 30 menit. Sementara untuk waktu yang sering digunakan untuk beraski pada dini hari hingga subuh.

Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratno menyebut, berdasarkan data Unit Reskrim Polsek Mergangsan, TS beraksi di lima masjid. Selain Masjid Tamtama Mergangsan, adapula Masjid Al Huda Prawirotaman, langgar Al Makmur Gondomanan, Mushola Al Ikhsan Gondomanan dan Mushola Al Muklisin.

“Kalau pengakuan kepada kami, sudah beraksi sebanyak 14 kali. Dalam sekali beraksi bisa dapat ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Targetnya selalu kotak infak, alasannya lebih mudah. Selain itu kondisi rumah ibadah yang sepi juga menjadi alasan lainnya,” ujarnya.

Atas aksinya ini, TS  diancam dengan Pasal 363 Ayat (5) KUHP tentang pencurian. Pria kelahiran 5 November 1992 diancam hukuman kurung maksimal tujuh tahun. Saat ini, jajarannya terus berkoordinasi dengan polsek lain guna pengembangan kasus.

“Masih kami dalami apakah pelaku juga beraksi di wilayah lain. Karena jarak kedatangan hingga tertangkapnya pelaku lumayan lama, dari Juni sampai awal Agustus,” katanya.***

Bagikan: