Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.1 ° C

PT KS Tidak Mampu Pekerjakan Ribuan Buruh, Vendor Minta Mediasi

Tim Pikiran Rakyat
null
null

CILEGON, (PR).- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon merespons permohonan tripartit dari lima vendor tenaga kerja rekanan PT Krakatau Steel (KS). Yakni dengan melakukan verifikasi atas kasus yang diajukan kelima vendor tersebut, di hari pertama rapat tripartit. 

Diketahui sebelumnya, lima vendor melayangkan permohonan mediasi terkait rencana pengakhiran kontrak kerja oleh PT KS, akhir Agustus ini. Sikap PT KS merupakan bagian dari agenda restrukturisasi tenaga kerja, lantaran kondisi perusahaan yang diklaim tidak mampu lagi mempekerjakan ribuan buruh outsourching.

Rapat tripartit sendiri telah diagendakan untuk dilaksanakan Rabu 14 Agustus 2019 ini. Di hari pertama mediasi nanti, Disnaker Kota Cilegon akan melakukan verifikasi atas berkas yang diberikan para vendor. "Lima vendor kan minta dimediasi. Secara aturan, ketika ada permohonan mediasi, kami harus memverfikasi dulu," kata Kepala Disnaker Kota Cilegon Bukhori, kemarin.

Menurut Bukhori, hal-hal yang perlu diverifikasi adalah terkait hasil pertemuan antara vendor dengan serikat buruh, juga antara vendor dengan PT KS. Selain lantaran aturan, juga agar Disnaker Kota Cilegon tidak mendapatkan laporan sepihak. "Ini agar laporan tidak dari satu arah. Makanya pihak serikat di masing-masing PUK, hingga manajemen PT KS, perlu diverifikasi," ujarnya.

Bukhori pun mengatakan, pihaknya memiliki kewenangan untuk meminta pihak vendor kembali melakukan bipartite. Itu pun jika Disnaker Kota Cilegon masih ada harapan agar persoalan tersebut bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak. "Jika ternyata saat verifikasi, terlihat ada kemungkinan dilanjutkan bipartite, maka kami akan menyarankan pertemuan bipartite dilanjutkan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Baja Cilegon (FSBC) Safrudin, mengaku telah menerima surat pemanggilan tripartit dari Disnaker Kota Cilegon. Terkait hal ini, Safrudin mengatakan jika pihaknya tengah membahas surat tersebut. "Kami masih merapatkan surat panggilan itu. Kan untuk kepentingan klarifikasi, apakah perlu datang atau tidak," ungkapnya. 

Salah satu pertimbangan pada rapat internal serikat, PT KS berencana mendatangkan pengacara ketimbang unsur manajemen. Safrudin menyayangkan langkah PT KS yang mengutus pengacara. "Kami sudah bahas rencana Disnaker Kota Cilegon dengan PT KS. Kata mereka, akan utus pengacara. Lah kok pengacara, berarti bicara hukum dong bukan win-win solution," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***
 

Bagikan: