Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 27.3 ° C

Ribuan Desa di Jawa Tengah Krisis Air Bersih

Eviyanti
BPBD Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih untuk ke delapan desa.*/EVIYANTI/PR
BPBD Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih untuk ke delapan desa.*/EVIYANTI/PR

PURWOKERTO,(PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah  menyebut sebanyak 1.319 desa di 27 kabupaten/kota atau sekitar 10 persen dari jumlah desa yang ada di Jawa Tengah terdampak kekeringan. Meski demikian menurut Kepala Harian BPBD Jateng Sudaryanto yang dihubungi Selasa, 13 Agustus 2019 angka ini masih di bawah prediksi awal sebanyak 1.319 desa di 287 kecamatan di 31 daerah terdampak kekeringan

Dari 27 daerah ada 12 daerah lebih yang statusnya sudah darurat bencana, seperti Kabupaten Grobogan menjadi daerah dengan wilayah terbanyak dilanda kekeringan. Kemudian Kabupaten lainnya adalah Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan lainnya

Meski demikian dari 27 kabupaten kota yang terdampak kekeringan baru empat daerah yang sudah meminta bantuan suplai air bersih kepada BPBD Provinsi. Sedang kabupaten lainnya sudah ditangangi melalui kerja sama dengan BUMN, BUMD, lembaga pemerintah hingga bantuan melalui CSR.

"Dari 1.319 desa terdampak,  seperti kekurangan air bersih, penangannya dilakukan bersama sama sama melibatkan lembaga pemerintah .SKPD CSR dan swasta, hingga ormas. Sehingga krisis air bersih yang melanda 1.319 desa teratasi," jelasnya.

Sudaryanto menambahkan, baru tiga daerah yang mengajukan permintaan bantuan air ke provinsi yakni Wonogiri, Pati dan Temanggung, karena anggaran penanggulangan kekeringan yang dimiliki oleh daerah itu terbatas. Kabupaten yang sudah siaga kekeringan seperti di Cilacap sampai 12 Agustus pihak BPBD setempat sudah menyalurkan bantuan air bersih kepada 13.990 kepala keluarga sekitar  41.910 warga  tersebar di 36 desa 25 kecamatan yang mengalami krisis air bersih sejak Maret lalu.

"Sejak kemarau sampai 12 Agustus bantuan yang disalurkan sudah mencapai 169 tangki. Bantuan tersebut berasal dari keroyokan, selain melalui anggaran APBD juga bantyuan dari SKPD/OPD hingga CRS dunia usaha," kata Kalakhar BPBD Cilacap Tri Komara Sidhi.

Sementara di Kabupaten Banyumas, BPBD setempat sudah menyatakan siaga kekeringan, soalnya di kabupaten tersebut hingga  12 Agustus sudah ada sebanyak 31 desa di 15 kecamatan  mengalami krisis air bersih. Bantuan yang disalurkan untuk 8.384 kepala keluarga atau sebanyak 29.369 warganya kesulitan air bersih sudah mencapai 424 tangki.

Kepala BPBD Banyumas Ariono mengatakan, kekeringan tahun ini kondisinya lebih parah dari tahun sebelumnya. dia memperkirakan jumlah warga yang terdampak  kekeringan diperkirakan bertambah. "Sebab saat ini hujan tidak kunjung turun, kemaraunya datang lebih awal sehingga dampaknya lebih besar dari tahun sebelumnya," jelasnya. 

Pihaknya sudah mengajukan anggaran bantuan bantuan bersih sebanyak 150 tangki air. Soalnya anggaran untuk bantuan kekeringan sebanyak 100 tanki bulan ini sudah habis.***

Bagikan: