Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Hutan Terbakar, Jalur Pendakian di Gunung Sumbing Ditutup

Eviyanti
KEBAKARAN melanda hutan seluas 6 hektare di area Gunung Sumbing , Wonosobo, Minggu, 11 Agustus 2019. Api masih belum bisa dipadamkan hingga Senin, 12 Agustus 2019.*/EVIYANTI/PR
KEBAKARAN melanda hutan seluas 6 hektare di area Gunung Sumbing , Wonosobo, Minggu, 11 Agustus 2019. Api masih belum bisa dipadamkan hingga Senin, 12 Agustus 2019.*/EVIYANTI/PR

WONOSOBO, (PR).- Hutan di Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terbakar. Ratusan personel diturunkan untuk proses pemadaman.

Hingga Senin, 12 Agustus 2019, luas wilayah hutan yang terbakar sudah mencapai 6 hektare. Oleh karena itu, jalur pendakian ke Gunung Sumbing ditutup sejak peristiwa kebakaran diketahui pada Minggu, 11 Agustus 2019, hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan, penutupan jalur pendakian dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Titik api muncul pertama kali di wilayah Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. 

Berdasarkan pemetaan, lahan hutan yang terbakar berada di petak 28E dan 29-I dengan masing-masing area terbakar 2 hektare dan 4 hektare.
 
"Titik api pertama kali diketahui pada Minggu, 11 Agustus 2019. Api berasal dari hutan rakyat. kemudian meluas hingga wilayah hutan milik Perhutani Kedu Utara. Sampai hari ini, api belum bisa dipadamkan," kata Sudaryanto.

Angin yang cukup kencang, semak belukar, serta sampah kering seperti daun dan kayu kering membuat api cepat merembet. Tim gabungan yang berasal dari kelompok masyarakat, BPBD, TNI, Polri, dan petugas Perhutani masih melakukan upaya pemadaman dengan peralatan sederhana. 

Fokus utama petugas gabungan yakni melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Kendala yang dihadapi petugas gabungan diantaranya karena faktor ketinggian, serta terbatasnya personel.

Lokasi kebakaran yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter permukaan laut (mdpl) juga menjadi kendala. Jumlah personel yang dikerahkan untuk pemadaman mencapai 150 orang.

 "Upaya pemadaman terkendala oleh kabut tebal dan minimnya sarana prasarana, serta terbatasnya personel. Mengenai kerugian akibat kebakaran itu, masih diinventarisasi oleh petugas" tuturnya.

Kebakaran di lokasi lain

Sementara itu, kebakaran hutan juga terjadi di dua titik di Kabupaten Banjarnegara dan Cilacap. Di Banjarnegara, kebakaran terjadi di wilayah hutan Perhutani KPH Banyumas Timur petak 18 dan 19,  sebelah utara Dusun Pesayangan, Desa Penanggungan, Kecamatan Wanayasa.

Kebakaran diketahui  terjadi pada Minggu, 11 Agustus 2019, sekitar pukul 11.14 WIB.

"Saat itu, warga Dusun Pesayangan dan Dusun Siluwok, Desa Penanggungan, Kecamatan Wanayasa, melihat asap tebal di hutan lindung sebelah utara dari kampung," kata Kalakhar BPBD Banjarnegara Arief Rahman.

Akan tetapi, asap tebal dikira masyarakat sebagai kebakaran biasa. Apalagi, saat kebakaran bersamaan dengan Hari Raya Iduladha, sehingga warga fokus pada proses penyembelihan hewan kurban.

Lokasi kebakaran tersebut berada sekitar 3 kilometer dari Dusun Soluwok. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, kebakaran sudah meluas sekitar 2 hektare. 

Puluhan warga bersama dengan Babinsa desa setempat berinisiatif melakukan pemadaman secara manual. "Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB. Luas terbakar mencapai luas 2 hektare," ucap Arief.

Hingga saat ini, sumber api masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian setempat. 

Kebakaran juga sempat terjadi di hutan jati wilayah KPH Banyumas Barat di Dusun Sidaurip, Desa Kubangkangkung, Cilacap. Hutan jati terbakar mencapai luas 4 hektare.

Kebakaran menimbulkan kabut asap, dan sempat mengganggu pengendara yang melintas di jalur selatan penghubung antara Cilacap-Jawa Barat. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.***

Bagikan: