Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Giliran Gerindra Undang Megawati Setelah Prabowo Disambut Hangat di Bali

Muhammad Irfan
PRESIDEN Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Kongres V PDIP di Sanur, Kamis 8 Agustus 2019.*/ANTARA
PRESIDEN Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menghadiri Kongres V PDIP di Sanur, Kamis 8 Agustus 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Undangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto agar hadir ke Kongres PDIP sudah ditunaikan. Pada kongres yang digelar di Bali pekan lalu itu, Prabowo mendapat sambutan hangat dari kader PDIP. Kini giliran Gerindra yang hendak mengundang balik.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, partainya memang berencana mengundang Megawati ke Rapat Kerja Nasional mereka yang dijadwalkan digelar September 2019. Selain Megawati, sejumlah petinggi partai lain dikabarkan akan Gerindra undang.

"Kami akan mengundang Ibu Mega dan pimpinan parpol yang lain di Rakernas Gerindra," kata Andre di Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

Meski sempat berseteru pada Pilpres 2019, Andre memastikan bahwa Gerindra akan menyambut hangat Megawati jika hadir ke Rakernas. Andre tak memungkiri sambutan yang hangat nanti adalah bentuk balasan sambutan kader PDIP yang sangat baik untuk Prabowo.

"Kami juga akan sambut Ibu Mega dengan tangan terbuka dan memberikan sambutan yang baik kepada Ibu Mega September nanti," ucap dia.

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) didampingi Puan Maharani (kiri) dan Prananda Prabowo (kanan) menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.*/ANTARA

Menurut dia, hal-hal seperti itu memang perlu dibangun. Dia menamakannya sebagai silaturahmi politik. Pertemuan antartokoh bangsa akan memberikan kesejukan dan nuansa guyub untuk bangsa. Apalagi, setelah Pilpres 2019 yang menguras tenaga.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah membenarkan kabar undangan Gerindra kepada PDIP agar Megawati berkenan hadir ke Rakernas Gerindra. Namun, hingga saat ini belum ada kabar kepasyian kehadiran Megawati. Apalagi, undangan resmi belum dilayangkan oleh Gerindra.

"Nanti setelah kami terima undangan, kami akan sampaikan sikap Ibu Mega terhadap undangan itu," ucap dia.

Partai Demokrat cari kecocokan

PDIP dan Gerindra saling melempar undangan ke acara partai masing-masing. Di tempat lain, Partai Demokrat juga menyatakan keinginannya ikut memperkuat pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun Partai Demokrat menegaskan keinginan itu bukan berarti meminta kursi menteri atau posisi lainnya tetapi syarat bahwa Partai Demokrat bergabung ke pemerintahan.

"Kami sadar itu hak preogratif presiden. Jadi, kami jangan disamakan dengan partai lain. Kami lihat chemistry-nya cocok apa tidak? Programnya cocok atau tidak. Yang kedua, kebersamaan ada atau tidak dalam koalisi. Kami nyamana atau tidak," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.

Syarief mengatakan, hingga saat ini belum ada obrolan resmi antara Partai Demokrat dengan Jokowi. Namun komunikasi informal terus dijalin dan mendapat sambutan positif.

"Karena kebersamaan untuk membangun bangsa ini, kita sepakati bersama. Akan lebih bagus kalau kita bersama-sama membangun bangsa untuk kepentingan rakyat," ucap dia.***

Bagikan: