Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 19.8 ° C

Ridwan Kamil Menjawab Rumor Jadi Calon Potensial Menteri Kabinet Baru Jokowi

Tim Pikiran Rakyat
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam 5th Congress of Indonesian Diaspora di Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu 10 Agustus 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam 5th Congress of Indonesian Diaspora di Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu 10 Agustus 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Setelah ramai disebut masuk bursa Pilpres 2024, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini ramai sebut sebagai calon menteri potensial kabinet baru yang bakal dibentuk pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Kabar itu kian santer terdengar karena Jokowi-Ma’ruf Amin tengah membidik sosok muda untuk mejadi menteri.

"(Jokowi cari menteri muda), saya doakan yang terpilih jadi menteri orang-orang terpilih mewakili mayoritas populasi Indonesia yang semakin lama, dalam 30 tahun ke depan, 60-70 persen usianya semakin muda," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Senin 12 Agustus 2019.

Ketika ditanya terkait kontak dari Istana maupun minat jika dipanggil Istana, Ridwan Kamil dengan tegas mengatakan dia akan membuktikan diri terlebih dahulu sebagai pemimpin Jabar.

"Tidak (dikontak), tidak berminat. Saya ini harus membuktikan dulu sebagai pemimpin Jabar, kan baru mulai, baru setahun. Saya sedang bersemangat. Jadi, saya fokus di Jabar," kata dia.

Terkait pentingnya keberaddaan menteri muda sebagai pembantu Jokowi, Ridwan Kamil menuturkan, ujung dari proses pembangunan adalah hasil akhir. Kalau hasil akhir bisa dipercepat dengan menteri yang berusia muda karena mobilitasnya yang lebih giat dan gesit, dia pasti mendukung.

Menurut Ridwan Kamil, kedewasaan tidak diukur dengan umur. Bagi dia, usia muda atau matang, yang terpenting adalah kinerjanya dapat menghasilkan perubahan.

"Yang penting, mau senior atau junior, kerjanya benar, terukur, dan menghasilkan perubahan, bukan soal mengadu-ngadu generasi," kata dia.

Menteri muda dimaknai berbeda

Pengamat politik Universitas Al Azhar Jakarta Ujang Komaruddin mengatakan, wacana menteri muda dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin tidak sekadar muda secara usia, tapi harus memiliki pengalaman politik dan pengalaman ketatanegaraan.

"Pernyataan Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati itu benar bahwa menteri muda harus punya pengalaman politik dan pengalaman ketatanegaraan," kata Ujang Komaruddin kepada Antara.

CAWAPRES nomor urut 2, Sandiaga Uno bertukar kaos jersey basket dengan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat bertanding basket di Lapangan Tenis Bulungan, Hang Tuah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Maret 2019 pagi.*/MUHAMAD IRFAN/PR

Ujang Komaruddin mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Megawati dalam pidatonya usai dikukuhkan sebagai ketua umum DPP PDIP periode 2019-2024 di Kongres V di Bali. Megawati mengatakan, wacana menteri muda dalam kabinet mendatang harus memiliki pengalaman politik dan pengalaman ketatanegaraan.

"Hal yang realistis jika syarat menteri muda minimal pernah menjadi anggota DPR," kata Ujang Komaruddin.

Ujang Komaruddin yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu kemudian mencontohkan menteri muda di Malaysia. Meski masih muda secara usia, tetapi memiliki banyak pengalaman, pernah menjadi anggota parlemen, dan bahkan ketua partai.

"Namun, wacana menteri muda di Indonesia dimaknai berbeda. Muda usia dan memiliki kedekatan dengan elite politik. Bahkan, ada ketua umum partai politik yang mengusulkan anaknya meski tidak memiliki pengalaman ketatanegaraan," katanya.

Soal pernyataan Megawati bahwa pemuda yang sukses di dunia bisnis belum tentu mampu memimpin kementerian, menurut Ujang Komaruddin, hal itu ada benarnya. Dia menjelaskan, memimpin kementerian bukan seperti memimpin perusahaan.

"Memimpin kementerian jauh lebih sulit dari memimpin perusahaan karena di kementerian akan berhadapan birokrasi yang kondisinya kompleks," katanya. (Novianti Nurulliah, Yusuf Wijanarko)***

Bagikan: