Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 25.9 ° C

Jual Ternak demi Beli Air Bersih

Vebertina Manihuruk
*/DOK. PR
*/DOK. PR

GUNUNG KIDUL, (PR).- Peternak di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menjual ternaknya demi membeli air bersih. Karena kemarau panjang melanda wilayah ini, para peternak mengalami kesulitan air bersih.

Hal itu dilakukan beberapa warga di Dusun Jerukgulung, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Salah satunya yakni Suginem (49) yang mengatakan bahwa ia menjual ternak berupa kambing untuk membeli air bersih.

"Juni kemarin baru jual satu ekor kambing. Saya belikan air bersih satu tangki isinya enam ribu liter," katanya, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Ia mengatakan, satu tangki air bersih yang dibeli dengan harga Rp120 ribu bisa mencukupi kebutuhan selama tiga minggu. Ia menggunakannya untuk hidup bersama tiga orang anggota keluarganya yang lain, yakni suami dan dua anak.

"Selain membeli air bersih, uang hasil penjualan ternak ini juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti makan, hingga biaya keperluan anak-anak," katanya.

ILUSTRASI krisis air.*/ANTARA

Sebanyak 14 dari 18 kecamatan di Gunung Kidul krisis air bersih

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan, bagi warga di daerahnya, hewan ternak merupakan tabungan. Ketika warga sangat membutuhkan uang, ternak pun dijual.

"Hewan ternak itu tabungan bagi masyarakat. Mereka persiapan untuk tabungan biaya sekolah hingga membeli air saat kekeringan," katanya.

Diakui Bambang, fenomena menjual hewan ternak saat kemarau biasa terjadi. Setelah dijual dan mencukupi kebutuhan, biasanya kembali membeli hewan yang berukuran kecil. "Diganti yang kecil, kemudian dibesarkan lagi. Itu luar biasa," ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Edy Basuki, menambahkan, setidaknya sudah ada 14 kecamatan dari 18 kecamatan di Gunung Kidul yang telah melaporkan warganya mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Pemberian bantuan air bersih pun terus dilakukan, baik oleh pemkab, swasta, maupun masing-masing pemerintah kecamatan yang mempunyai anggaran dan tangki.

Beberapa kecamatan yang terkena dampak krisis air dan sudah mendapatkan bantuan air bersih antara lain di Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan, Panggang, Purwosari, Ngawen, dan Nglipar. "Kecamatan tersebut sudah langganan kekeringan setiap musim kemarau," katanya.***

Bagikan: