Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Objek Wisata Lereng Gunung Slamet Masih Aman Dikunjungi

Eviyanti
SUASANA Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, 9 Agustus 2019. Petugas pos pengamatan, Sukedi mengatakan ada sebanyak 869 gempa tremors dengan amplitudo 0,5 sampai satu sejak meningkatnya status Gunung Slamet dari level I (normal) menjadi level II (waspada).*/ANTARA
SUASANA Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, 9 Agustus 2019. Petugas pos pengamatan, Sukedi mengatakan ada sebanyak 869 gempa tremors dengan amplitudo 0,5 sampai satu sejak meningkatnya status Gunung Slamet dari level I (normal) menjadi level II (waspada).*/ANTARA

PURWOKERTO, (PR).- Objek wisata lereng Gunung Slamet masih aman dikunjungi. Zona bahaya yang direkomdasikan PVMBG hanya sejauh 2 kilometer, sedangkan objek wisata yang ada berada dalam radius  6-12 kilometer dari puncak Gunung Slamet yang sedang mengalami peningkatan aktivitas. 

"PVMBG  merekomendasikan lokasi yang steril dari aktivitas manusia, hanya sejauh 2 km. Sedangkan sejumlah objek wisata yang berada di lereng gunung berada dalam radius 12, jadi masih aman dikunjungi," kata Kepala KPH Perhutani Banyumas Timur Didiet Widhy Hidayat, Minggu, 12 Agustus 2019.

Karena itu, sejumlah objek wisata di kaki Gunung Slamet yang dikelola Perhutani Banyumas Timur dan Kabupaten Purbalingga masih beroperasi seperti biasa. 

Sejumlah objek wisaya yang masih dibuka untuk kunjungan wisata di antaranya adalah Curug Gomblang, Curug Jenggala, Curug Bayan, Bukit Pandang Munggang, Baturraden Adventure Forest, Curug Cipendok, Wana Pramuka, dan Hutan Pinus Limpakuwus Kabupaten Banyumas.

Selain itu juga objek wisata Damaran Forest, Kampung Kurcaci, Serang Highland, serta Pinesan Serang Kabupaten Purbalingga masih terbuka untuk wisatawan.

Didhiet menambahkan, penutupan hanya dilakukan untuk pendakian ke Gunung Slamet, baik melalui posko pendakian Bambangan Kabupaten Purbalingga, Posko pendakian Baturaden, dan Gunung Malang Kabupaten Banyumas.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si menuturkan, jarak dengan Desa Wisata Serang berjarak radius 6 kilometer dari puncak gunung sehingga masih aman untuk dikunjungi. 

"Gunung Slamet masih status waspada, zona bahaya hanya 2 kilometrer sehingga diluar radius tersebut seperi Desa Wisata Serang berada pada radius 6 kilometer sehingga masih untuk dikunjungi," ujarnya.

Namun diakuinya, di media sosial status waspada gunung Slamet ramai diperbincangkan, sehingga menimbulkan kepanikan warga. Padahal aktivitas warga di pemukiman terdekat dengan kawah gunung, Dusun Bambangan, Desa Serang masih berlangsung seperti biasa.

Prayit juga mengatakan, penutupan hanya dilakukan untuk pendakian gunung, hingga waktu tidak terbatas. Termasuk pada HUT 17 Agustus yang biasanya ramai pendaki yang ingin merayakan detik-detik proklamasi di puncak gunung.

Tangkal hoaks

Sementara itu Kepala BPBD Banyumas, Ariono Purwanto meminta agar masyarakat, terutama yang tinggal di lereng Gunung Slamet untuk tak terpancing isu-isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, alias kabar bohong atau hoaks.

"Yang terpenting, masyarakat tetap waspada radius bahaya Gunung Slamet adalah dua kilometer dari puncak atau kawah. Kami selalu akan memberikan informasi  kepada masyarakat mengenai perkembangan aktifitas gunung dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya. 

Desa terdekat dari puncak adalah Desa Limpakluwus, Kecamatan Sumbang, sekitar enam kilometer dari puncak Gunung Slamet. Saat ini masih tenang.

Dia justru khawatir dengan isu yang meresahkan di media sosial yang jelas adalah hoaks, justru yang lebih meresahkan.  "Oleh karena berita hoaks itu harus diluruskan, agar masyarakat di desa-desa yang berada di lereng Gunung Slamet tidak panik karena hoaks," kata Ariono.***

Bagikan: