Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

Mengusung Misi Menang 60 Persen pada Pilkada 2020, PDIP Jabar Beri Gambaran Kekuatan

Muhammad Irfan
KETUA Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pada penutupan Kongres V PDIP di Denpasar, Sabtu 10 Agustus 2019.*/ANTARA
KETUA Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pada penutupan Kongres V PDIP di Denpasar, Sabtu 10 Agustus 2019.*/ANTARA

DENPASAR, (PR).- Kongres V PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) memastikan target 60 persen menang dalam pilkada 2020. Di Jawa Barat, kontestasi itu akan digelar di 8 kabupaten/kota. Menanggapi target tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Barat Ono Surono siap memberikan prestasi terbaik bagi PDIP.

Ditemui di sela-sela penutupan kongres, Sabtu 10 Agustus 2019, Ono Surono menyebut bahwa dia sudah memetakan 8 daerah yang akan menggelar Pilkada di Jawa Barat yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Indramayu, Karawang, Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Depok. Dari 8 daerah itu, dua di antaranya dipimpin kader PDIP yang kemungkinan besar akan maju kembali sebagai kandidat petahana.

“Paling tidak, di Pangandaran dan Tasikmalaya kami incumbent dan diharapkan menang lagi. Sementara di 6 daerah lainnya memang ada yang bukan basis PDIP tapi di sana kami masih punya kursi rata-rata di antara parpol yang ada. Jadi, kami harus bisa mengisi dengan baik,” kata Ono Surono.

KETUA DPD PDIP Jabar Ono Surono/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

Tak ingin kalah start, dia menyebut PDIP Jabar sudah mempersiapkan penjaringan terbuka. Menurut dia, para pengurus di daerah mulai memperhatikan kader atau figur yang potensial agar bisa maju dengan berperahukan PDIP.

“Kami buka kesempatan untuk seluruh rakyat agar bisa kami calonkan dan diharapkan 75 persen kami bisa mengusung kader sendiri, baik internal maupun kader terjaring, baru 25 persen sisanya mendukung,” ucap dia seraya menuturkan bahwa rapat koordinasi pemenangan Pilkada akan dimulai di DPD Jabar 20 Agustus 2019.

“Kami pastikan bukan hanya yang berjuang di 8 kabupaten/kota yang akan berjuang tapi juga 19 lainnya dengan 207 anggota DPR kabupaten/kota dan 20 anggota DPRD provinsi untuk bersama-sama melakukan upaya pemenangan. Prinsip gotong royong yang merupakan esensi Pancasila harus sudah dilakukan di Jabar,” ucap dia.

Isu SARA jadi pengganjal

Sebagai Ketua DPD yang baru menggantikan TB Hasanudin, tugas yang perlu diemban Ono diakui cukup berat. Dia diamanati mengukir kembali sejarah kemenangan Pileg, Pilpres, dan Pilkada pada 2024. Pada 1999, PDIP menang di Jabar, kemudian pada 2004 dan 2009 kalah, pada 2014 menang di DPRD provinsi meski kalah Pilpres. Sementara pada 2019, PDIP di Jabar kembali menelan pil pahit.

Ono Surono tak memungkiri bahwa isu SARA dan intoleransi kerap jadi batu sandungan kiprah PDIP di Jabar. Meski demikian, ada beberapa daerah yang, walaupun tetap diserang isu serupa, PDIP bisa tetap tampil apik. Hal itu terjadi di antaranya di Subang, Bekasi, dan Pangandaran yang menang mutlak 38 persen. Untuk mendongkrak kembali potensi itu, dia menilai perlunya keselarasan kerja ideologis dan kerja elektoral pada waktu bersamaan.

“Untuk menghantam isu SARA, kami perlu maksimalkan kerja ideologis. Sementara kerja elektoral yang berupa program kerakyatan, fungsi pengawasan, legislasi, bujeting oleh kader kita yang di DPR perlu juga ditingkatkan. Bagaimana program kerakyatan pusat-provinsi-kabupaten/kota itu harus identik dengan kerja PDIP sebagai partai wong cilik,” ucap dia.***

Bagikan: