Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Geliat Iduladha Tanpa Kantong Plastik

Tim Pikiran Rakyat
HEWAN kurban.*/REUTERS
HEWAN kurban.*/REUTERS

KAMPANYE pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan pembagian daging kurban tanpa menggunakan kantong plastik direspons baik oleh masyarakat pada perayaan Iduladha tahun ini.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSLB3 KLHK) Rosa Vivien Ratnawati mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/7/2019 tentang Pelaksanaan Hari Raya Iduladha tanpa Sampah kepada gubernur, bupati dan wali kota pada 31 Juli 2019.

Surat edaran tersebut dalam rangka mendukung kampanye nasional “Kendalikan Sampah Plastik”. KLHK meminta para kepala daerah untuk menyosialisasikan Iduladha tanpa sampah di lokasi salat Id dan saat pembagian daging kurban.

Selain itu, Vivien juga meminta pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana pemilahan sampah sekaligus mengumpulkan sampah di lokasi-lokasi tersebut.

Dalam surat edaran tersebut juga dicantumkan alternatif pengganti kantong plastik yang dapat digunakan untuk pembagian daging kurban, seperti daun jati, daun pisang, wadah anyaman bambu atau besek, atau wadah yang ada di tempat masing-masing yang dapat digunakan ulang atau dikomposkan dan tidak menimbulkan sampah plastik.

WARGA mengemas daging kurban menggunakan wadah atau besek yang terbuat dari anyaman bambu di Kelurahan Kaliwungu, Jombang, Jawa Timur, Minggu, 11 Agustus 2019. Penggunaan wadah daging kurban yang terbuat dari bambu ini dilakukan sebagai pengganti plastik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik sehingga lebih ramah lingkungan.*/ANTARA

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta PD Pasar Jaya untuk mencari pemasok besek dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta.

“Dan saya undang perajin besek bahwa Jakarta butuh itu untuk Iduladha," kata Anies di Islamic Center Jakarta Utara pada Selasa, 30 Juli 2019.

Anies mengatakan besek bambu lebih ramah lingkungan dan pada saat bersamaan pembelian untuk Iduladha ini akan mampu membantu perajin kecil.

Takmir Masjid Margoyuwono, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, memilih menggunakan daun jati untuk membungkus potongan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat di daerah itu. Setidaknya 2.000 lembar daun jati digunakan untuk membungkus 500 paket daging kurban dari lima ekor sapi dan 20 ekor kambing

Sekretaris Takmir Masjid Margoyuwono Hartoko mengatakan inisiatif pemanfaatan daun jati sebagai pembungkus daging kurban sudah berlangsung sejak lama. Hal itu bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sesuai imbauan pemerintah setempat.

"Dulu setelah dibungkus daun jati masih dibungkus plastik. Sekarang plastiknya sudah dikurangi," kata dia.

Menurut Hartoko, selain bisa mengurangi tingkat penggunaan plastik, bungkus daun jati juga bermanfaat untuk mengurangi bau serta membuat daging lebih empuk saat dimasak.

PEDAGANG menunjukkan wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.*/ANTARA

Cimahi gunakan besek bambu

Panitia kurban Mesjid Agung Cimahi juga memilih menggunakan besek bambu untuk membungkus daging kurban yang dibagikan ke masyarakat, Minggu, 11 Agustus 2019. Penggunaan besek bambu dalam pembagian daging kurban sebagai upaya menjaga lingkungan serta lebih sehat.

Berdasarkan pantauan, aktifitas Hari Raya Kurban di Mesjid Agung Cimahi mulai terlihat sejak pagi dengan dimulai dari Salat Idul Adha. Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna yang didampingi Wakil Wali Kota Cimahi juga turut menjalankan Salat Idul Adha di lokasi, setelah selesai Salat Ied dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna kepada panitia kurban Mesjid Agung Cimahi.

Tercatat ada tujuh ekor sapi dan 23 ekor domba dan kambing yang dikelola Mesjid Agung Cimahi. Dengan pemotongan hewan kurban yang membutuhkan waktu cukup lama, pembagian daging kurban baru dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga yang mengantre sudah membawa kupon untuk ditukarkan dengan daging kurban. Sebelumnya, panitia menyiapkan 1.000 kupon bagi warga.

Ketua DKM Mesjid Agung Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, pihaknya mendapat stok 600 pasang besek. Alat yang terbuat dari bambu itu kemudian dibagi dua dengan daun sebagai penutupnya.

"Ini tahun pertama pakai besek. Kami sempat kesulitan dapat besek karena pencariannya mendadak. Alhamdulillah masih bisa mendapatkan 600 pasang besek meski akhirnya harus kita pisah atas bawah agar kebagian semua. Ke depan kita bisa pesen ke pengrajin jauh-jauh hari," ujarnya.

Dikatakan Dadan, penggunaan besek bambu dalam pembagian daging kurban ini merupakan salah satu cara untuk mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam menjaga lingkungan di Kota Cimahi.

"Kita mendukung program pemerintah untuk peduli lingkungan jadi kita tidak menggunakan kresek atau plastik karena menjadi sampah yang sulit terurai," katanya.

Pihaknya berharap, penggunaan besek dalam pembagian daging kurban bisa mendorong masyarakat Kota Cimahi agar mengurangi penggunaan kantung plastik.

"Mudah-mudahan yang lain mengikuti, khususnya di Cimahi dan membiasakan ke depan mulai menggunakan besek dan tidak pakai kresek lagi," katanya.

Terpisah, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ante mortem (sebelum disembelih) di DKM pada 10 Agustus 2019. Tercatat ada 2.178 ekor hewan yang terperiksa, terdiri dari 945 ekor sapi, 1.232 ekor domba dan 1 ekor kambing. 

Hasil pemeriksaan, 914 ekor sapi dinyatakan sehat dan memenuhi syarat serta 31 ekor sapi dibawah umur. Untuk kambing, ada 1.025 yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat.

"Kalau yang kurang umur domba ada 170 ekor, yang kena pink eye 19 ekor, orf 17 ekor dan buta 1 ekor," ujar Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari. (Ririn NF/Siska Nirmala)***

Bagikan: