Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Mega Perintahkan Kader Solid Bergerak Untuk Rakyat

Muhammad Irfan
KONGRES V PDIP di Bali, Kamis, 8 Agustus 2019 hingga Sabtu, 10 Agustus 2019.*/MUHAMMAD IRFAN/PR
KONGRES V PDIP di Bali, Kamis, 8 Agustus 2019 hingga Sabtu, 10 Agustus 2019.*/MUHAMMAD IRFAN/PR

DENPASAR, (PR).- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kader partainya untuk meleburkan kepentingan diri dan solid bergerak untuk kepentingan rakyat. Dengan begitu, rakyat akan melihat kerja para kader sehingga partai pun akan diapresiasi.

"Jadi harus diingat organisasi partai politik itu adalah ujung tombak ke bawah untuk mensejahterakan masyarakat, kita yang buka dari kesulitan mereka," kata Mega dalam pidatonya sebelum mengukuhkan struktur organisasi DPP PDIP 2019-2024 di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Sabtu, 10 Agustus 2019. 

Mega lantas menyinggung program Presiden Joko Widodo yang memberikan sertifikat tanah kepada sejumlah petani. Menurut dia, kader harusnya mengawal pelaksanaannya di lapangan karena dirinya mendengar sudah banyak penadah yang membujuk petani untuk menjual atau paling tidak menggadaikan tanahnya yang sudah disertifikasi.

Mega tak menyalahkan masyarakat. Karena, dalam kondisi terjepit masyarakat kerap kali tak punya pilihan.

Padahal, menjual tanah adalah sebuah kecelakaan. "Jadi apa gunanya sertifikat yang hakekatnya tanah itu kehidupan mereka?," ucapnya.



Dia pun menceritakan pengalamannya membentuk kelompok tani untuk mengamati karakteristik petani. Dia mencoba membantu seluruh proses pertanian dengan satu syarat tak boleh ada tanah dijual.

"Kalau dijual kamu mau cari lagi dimana? Nilai tanah itu nafas kehidupan. Makin banyak orang gak punya tanah, apalagi petani kita hanya jadi buruh tani, ini kan yang harus dihilangkan. Sekarang presiden kita memberikan dengan susah payah satu bidang tanah yang sudah sertifikasikan, tapi kan rakyat kalau kepepet pikirannya pendek. Kita yang katanya pemimpin, itu harusnya visioner," ucap Mega.

Adapun dalam kongres V ini, PDIP merumuskan 23 sikap politik yang mencakup pada banyak isu. Sikap ini dikerucutkan pada lima tekad politik yakni keinginan PDIP untuk solid bergerak bersama Rakyat menghadapi ancaman konflik dan disintegrasi bangsa yang dipicu oleh gerakan radikalisme, terorisme, penyeragaman tafsir dan klaim kebenaran tunggal serta pemaksaan kehendak oleh segelintir kelompok masyarakat yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, termasuk gerakan Khilafah yang hendak menggantikan Pancasila.

PDIP mendesak Pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah konstitusional secara terencana, terukur dan sistematis untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara demi mempertahankan NKRI di atas pondasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

PDIP juga hendak mewujudkan berdikari dalam bidang ekonomi dan keberpihakannya pada wong cilik sebagai kekuatan produksi nasional yang menopang berjalannya sistem ekonomi kerakyatan, yaitu sistem ekonomi gotong-royong yang berlandaskan ideologi Pancasila guna melakukan koreksi terhadap berjalannya sistem ekonomi neo-liberal.

Selain itu, partai banteng ini menilai perlunya mewujudkan kepribadian dalam kebudayaan nasional melalui jalan gerakan kebudayaan di seluruh pelosok Nusantara.

PDIP solid bergerak bersama rakyat melawan kemiskinan dan ketimpangan struktural, mencegah berbagai bentuk penghisapan guna melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta menjamin terpenuhinya hak-hak dasar warga negara Indonesia. Selain itu, PDIP bertekad membangun manusia Indonesia unggul, produktif, berdaya saing dan mandiri, yang berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan bertekad untuk meneguhkan diri sebagai poros kekuatan politik nasional, yang berfungsi sebagai partai utama pengusung pemerintah, yang terus berjuang bersama Rakyat untuk memastikan, mengarahkan, mengawal, dan mengamankan kebijakan-kebijakan politik dan program kerja pemerintah Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin agar tetap mengandung satu muatan, satu arah, serta satu haluan ideologi, Pancasila, berpijak pada konstitusi UU NRI Tahun 1945, dan memilih jalan Trisakti.***

Bagikan: