Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 21.7 ° C

Dr Aqua Dwipayana: Kelancaran Komunikasi Kunci Utama Kesuksesan Bersihkan Sungai di Sumut

Erwin Kustiman
null
null

MEDAN, (PR).- Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana mengapresiasi rencana Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang akan membersihkan sungai-sungai yang kotor di provinsi itu. Program tersebut dimulai dari Medan sebagai ibu kota Sumut.

Apresiasi itu disampaikan Dr Aqua saat menjadi pembicara di Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Lingkungan dan Pengembalian Fungsi Konservasi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, pada Kamis, 8 Agustus 2019 kemarin.

Motivator internasional  yang berbicara di depan ratusan orang itu, membawakan materi berjudul Belajar dari Keberhasilan Program Citarum Harum untuk Mengkomunikasikan ke Masyarakat Sumut Pentingnya Kebersihan Sungai. 

Selain Edy, hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama jajarannya, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Forkopimda, para Bupati/Walikota se-Sumut, OPD dan ASN Pemprov Sumut.

Menurut Dr Aqua yang juga Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik, program normalisasi sungai itu akan sukses jika komunikasi dengan berbagai pihak terutama masyarakat dan perusahaan yang berada di sekitar sungai lancar. Itu bisa dilakukan kalau mereka yang ditugaskan melakukan itu bisa berkomunikasi secara komprehensif.

"Untuk itu saya sarankan kepada Pak Edy sebagai Gubernur Sumut agar lebih dulu membekali semua anggota Tim satuan tugas (Satgas) pembersihan sungai ini dengan pengetahuan komunikasi yang komprehensif. Mereka juga harus diberi keyakinan bahwa pekerjaan itu mulia sekali. Dengan begitu bekerjanya dengan menggunakan hati dan optimis sukses," ungkap Dr Aqua.

Banyak Mendapat Tantangan

Bapak dari Savero Karamiveta Dwipayana dan Alira Vania Putri Dwipayana itu menyatakan jika diberi amanah, dirinya siap memberikan pengetahuan tentang Ilmu Komunikasi ke seluruh anggota Tim Satgas yang membersihkan sungai-sungai di Sumut. Apalagi dia lahir di provinsi itu tepatnya di Pematang Siantar sehingga ada ikatan batin untuk memajukan provinsi tempat lahirnya.

Untuk menyukseskan program itu mantan wartawan di banyak media ini menyarankan agar Edy menugaskan Tim Satgasnya banyak belajar pada Tim Satgas Citarum Harum yang dibentuk Doni. Terbukti telah sukses memberikan kemajuan yang pesat pada kebersihan Sungai Citarum.

Sebelum Dr Aqua presentasi, lebih dulu Tim Satgas Citarum Harum tampil. Mereka adalah Kolonel Inf Yudi Zanibar dan Kolonel Inf Yusep Sudrajat tampil. Mereka menceritakan pengalamannya membersihkan Sungai Citarum.

Awalnya banyak mendapat tantangan dari berbagai pihak. Bahkan ada yang pesimis terwujud. Apalagi selama puluhan tahun Sungai Citarum dikenal sebagai sungai terkotor di dunia.

"Waktu itu Pak Doni sebagai Pangdam III/Siliwangi optimis program Citarum Harum berjalan dengan baik. Kami anak buah beliau jadi semangat sekali untuk merealisasikan. Terbukti berhasil memberikan perubahan ke arah yang lebih baik," ujar Yusep.

Selama ini disinyalir para penduduk yang tinggal di sepanjang sungai Citarum dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dekat itu banyak yang membuat sampai ke sungai tersebut. Akibatnya sungat itu kotor dan jorok sekali.

Efektif Tinggal Bersama Penduduk

Doni saat jadi Pangdam III/Siliwangi membuat kebijakan prajurit-prajuritnya tinggal bersama di rumah-rumah penduduk di sepanjang Sungai Citarum. Dengan begitu hubungannya akrab sekali dan pasti masyarakat yang biasa membuang sampah ke sungai jadi sungkan melakukannya. Program ini efektif sekali.

Menurut Dr Aqua cara itu bisa dicontoh Edy untuk diterapkan di Sumut karena efektif dalam mengedukasi masyarakat buat membersihkan sungai-sungai yang ada. Caranya dengan melakukan "ATM" atau Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Tim Satgas dari Pemprov Sumut yang dibentuk Edy agar dengan tekun, serius, dan sungguh-sungguh mengamati semua yang dilakukan Tim Citarum Harum. Jangan ragu-ragu untuk menirunya. Setelah itu memodifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat di Sumut.

"Saya yakin sekali pendekatan "ATM" sangat efektif untuk mensukseskan program kebersihan sungai-sungai di Sumut. Silakan Pak Edy coba sehingga pembersihan sungai-sungai di Sumut tidak dimulai dari nol. Bisa meniru yang telah dilakukan oleh Tim Citarum Harum," ujar Dr Aqua.

Doni yang tampil terakhir sebagai pembicara utama menceritakan suka dukanya mewujudkan Sungai Citarum yang bersih seperti sekarang. Saat Citarum Harum dikenalkan ke masyarakat, sebagian orang pesimis itu bakal terwujud. 

Doni tidak patah semangat dengan sikap tersebut. Bahkan sebaliknya makin termotivasi. Ingin menunjukkan ke banyak orang bahwa dengan niat baik dan upaya yang keras disertai keyakinan yang kuat maka semua keinginan mulia itu dapat terwujud.

Doni menugaskan jajarannya bersama-sama masyarakat membersihkan Sungai Citarum yang panjangnya 269 kilometer. Untuk memudahkan pekerjaannya, dibagi menjadi 23 sektor yang masing-masing sektor dipimpin seorang kolonel yang membawahi 200 prajurit. Mereka nginap di rumah penduduk dan intens berkomunikasi sehingga hubungannya akrab sekali. 

"Kelancaran komunikasi antar Tim Satgas dan penduduk serta perusahaan di sekitar Sungai Citarum besar sekali pengaruhnya. Jadi benar sekali yang dikatakan Pak Aqua bahwa pemahaman dan kemampuan komunikasi secara komprehensif sangat menentukan keberhasilan program tersebut. Apalagi jika melakukannya secara konsisten, penuh komitmen, dan mengedepankan integritas," tegas Doni. ***

Bagikan: