Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

KPU Usulkan Rp 80 Miliar, Pemkab Rasionalisasikan Jadi Rp 50 Miliar

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pilkada.*
ILUSTRASI pilkada.*

SERANG,(PR).- Pemkab Serang memastikan akan melakukan rasionalisasi anggaran untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serang 2020 mendatang. Namun sebelum memberikan anggaran tersebut Pemkab Serang akan meminta KPU dan Bawaslu melakukan paparan anggaran lebih dahulu.

Asda I Setda Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustofa mengatakan, untuk pelaksanaan pemilu ini pihaknya berencana memberikan anggaran senilai Rp 50 miliar untuk KPU Kabupaten Serang. Menurutnya, anggaran sebesar itu dinilai ideal untuk menyukseskan hajat lima tahunan tersebut. 

"Kemarin kita sudah (rapat) dengan dewan segala macam, kita di angka Rp 50 miliar. saya komunikasikan dengan KPU‎ mungkin agak kaget, jika dibandingkan dengan pandeglang, kemudian KPU minta audiensi dengan ibu," ujarnya ditemui di Baros, Kamis 8 Agustus 2019.

Namun demikian, ia meminta agar KPU untuk melakukan paparan. Pihaknya ingin mengetahui anggaran yang diusulkan senilai Rp 80 miliar lebih untuk apa saja. "Saya kan sudah beberapa kali ngomong, bahwa menurut rasionalisasi kita, kacamata kita dengan Rp 50 miliar itu cukup, kemudian karena mereka keberatan maka paparan sekarang," katanya.

Ia menuturkan, adanya rasionalisasi anggaran ini‎ karena pada 2020 ini disamping ada pemilu, ada target RPJMD yang harus dituntaskan. Oleh karena itu diharapkan tidak ada revisi RPJMD. "Jadi pengennya mulus semua, ya relatif tercapai, walaupun ada yang bagus, ada yang kurang, tapi prinsipny‎a RPJMD mudah -mudahan bisa tercapai," tuturnya.

Disinggung mengenai anggaran untuk Bawaslu‎ Kabupaten Serang, Asep mengatakan bantuan yang akan diberikan rencananya diangka Rp 10,2 miliar. Bawaslu pun, menurutnya harus paparan mengenai peruntukan anggaran tersebut. "Jadi hasil paparan nanti kita sampaikan,‎ saya belum bisa ngomong nambah atau kurang, kita lihat dulu, harus dengan dewan, kita satu langkah lagi menyusun APBD, disitu baru kita fiks berapa," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.***

Bagikan: