Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

HUT Ke-12 Kota Serang, Masih Bermasalah dengan Kawasan Kumuh

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi salah satu kawasan kumuh di Kota Serang.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi salah satu kawasan kumuh di Kota Serang.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Menginjak usia 12 tahun, persoalan di Kota Serang masih tetap yang sama. Seperti penataan parkir,  kawasan kumuh, persampahan, hingga infrastruktur. Oleh karena itu, dengan pemerintahan serta kepemimpinan yang baru, Kota Serang saat ini akan lebih mengedapankan pembangunan dan tata kota.

Wali Kota Serang Syafrudin, akan mengawalinya dengan penataan parkir yang selama ini belum terselesaikan. Ia mengatakan, Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait perparkirkan di Kota Serang. Akan tetapi, ini juga dibarengi dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hal ini agar antara keduanya bisa beriringan.

"Tinggal saya tanda tangan (Perwal). Jadi titik-titik parkir akan kami tentukan sesuai dengan Perwal yang telah dibuat. Kami juga tidak bisa berjalan sendiri. Karena ada beberapa jalan yang ada di wilayah kota, namun kewengannya berada di pemerintah provinsi. Jadi kami juga menunggu, agar sejalan dengan program dari provinsi," katanya, Jumat 9 Agustus 2019.

Kemudian, terkait dengan kawasan kumuh, ia menjelaskan, Pemkot bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah membahas dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Ini menunjukkan, kalau di pemerintahan saat ini serius dalam menangani persoalan kumuh.

"Baik di perubahan maupun murni di tahun 2020, ini ada penataan kawasan kumuh. Ada tujuh titik kawasan kumuh di Kota Serang yang harus diselesaikan. Insya Allah tahun depan, sudah akan melangkah. Di anggaran perubahan ini, kami akan membuat perencanaannya terlebih dahulu. Sehingga ditahun mendatang sudah bisa dilakukan," ujarnya.

Persoalan rumah

Dikatan Syafrudin, bukan rahasia lagi, kalau Kota Serang ini memiliki banyak kelemahan yang harus diperbaiki dan dibenahi. Di antaranya persoalan sampah yang hingga saat ini belum menemukan titik terang. Bahkan, disetiap sudut jalan kota banyak terdapat tumpukan sampah liar yang berserakan. Sehingga merusak keindahan wajah ibukota Provinsi Banten. 

"Saya kira semua sudah tau akan kelemahan Kota Serang. Apalagi tentang persampahan ini. Sebenarnya, dari sisi armada (truk sampah), kemudian sarana dan prasarana lain, itu kami sangat minim. Kami belum memiliki cukup anggaran dan kendaraan untuk mengangkut sampah," katanya.

Beberapa waktu lalu, Pemkot beserta dinas terkait, telah belajar mengenai sampah di Kabupaten Klungkung, Bali. Ternyata, kata dia, permasalahan disana pun sama halnya yang terjadi di Kota Serang. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) disana sudah penuh. Kemudian mereka mengolah sampah menjadi lebih efisien. Sehingga sampah yang ada tidak perlu dibuang sampai ke TPAS, cukup di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

"Dengan disiapkan mesin pengolahan disana, masyarakat tidak perlu membuang sampah ke TPAS, akan tetapi hanya sampai di TPS saja. Dari pengolahan itu, mereka bisa membuat pupuk, bahkan briket. Tentu, Kota Serang membutuhkan ini. Lagi pula, harga mesinnya juga cukup terjangkau. Hanya Rp 80 juta dan berada di Bandung," tuturnya.

Namun, persoalan lainnya, di Kota Serang, ujar dia, belum memiliki TPS yang memadai. "Selama kami belajar disana, satu kecamatan itu ada satu TPS. Sedangkan, di Kota Serang belum ada dan memang belum bisa," ucapnya.

Terkahir, ia menjelaskan, infrastruktur di Kota Serang ini sedang berjalan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, sejumlah ruas jalan, dan beberapa fasilitas lainnya tengah dikerjakan oleh mereka. Bahkan, berdasarkan laporan, pekerjaan pembangunan sudah maksimal.

"Saat ini sedang berjalan, hanya tinggal beberapa persen lagi saja. Menurut informasi dari PU, sudah maksimal. Tapi belum 100 persen, akan tetapi sisanya sekitar 25 persen lagi yang harus diperbaiki. Itu untuk jalan dan drainase di Kota Serang, sekitar 25 persen itu tadi," ucapnya.***

Bagikan: