Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Kangen Sama Anak, Buronan Kasus Korupsi Akhirnya Tertangkap

Tim Pikiran Rakyat
BISTON Manurung saat digelandang dari Kantor Kejari Cilegon menuju Lapas Kelas III Cilegon, Rabu 7 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
BISTON Manurung saat digelandang dari Kantor Kejari Cilegon menuju Lapas Kelas III Cilegon, Rabu 7 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Biston Manurung, terdakwa kasus korupsi galian C kawasan hutan milik Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Banten di Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, ditangkap Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Rabu 8 Agustus 2019, sekitar pukul 21.00 WIB. Biston ditangkap di sebuah rumah kost Kelurahan Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, setelah 4 tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Cilegon. 

Biston sebelumnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Serang pada 2014 lalu. Ia terbukti secara sah melakukan korupsi bersama Asisten Perhutani Serang pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banten Suherman, karena melakukan kegiatan penambangan batu di hutan milik Perhutani di Petak 2 Desa Salira pada 2012 hingga 2013. 

Biston yang juga dikenal sebagai pengusaha tambang di kawasan Gunung Pinang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, ini sempat melayangkan banding ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, juga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Alih-alih mendapatkan pembebasan, hukuman Biston yang sebelumnya ditetapkan 1,5 tahun oleh PN Serang malah bertambah menjadi 4 tahun setelah kasasi ditolak MA pada 2015. 

Merasa kecewa, Biston menolak untuk masuk penjara, ia kabur ke sejumlah tempat di Banten dan Lampung. Selama buron, ia gunakan royalti dari usaha tambang di Gunung Pinang yang diberikan kepada rekannya, untuk kebutuhan sehari-hari.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon Andi Mirnawati mengatakan, penangkapan Biston merupakan hasil pengawasan selama dua hari sejak Selasa (6/8/2019). Biston kedapatan sering menengok anaknya di salah satu sekolah di Kota Cilegon, kemudian pulang ke rumah kost di Legok. "Ini hasil pengawasan kami selama dua hari. Ketika terdakwa sampai di rumah kost tempat ia tinggal, langsung ditangkap intelijen kami," katanya saat konferensi pers di Kantor Kejari Cilegon, Rabu (7/8/2019) malam.

Biston, lanjut Andi, mengaku merasa tidak bersalah atas kasus tersebut. Namun hal tersebut tidak diindahkan, lantaran status hukum Biston berlaku tetap. "Sah-sah saja terdakwa merasa tidak bersalah, tapi kami kan melihat status hukumnya yang telah mendapatkan vonis," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Cilegon David Nababan mengatakan, Biston terbukti telah membuat negara merugi Rp1,2 miliar. Ia menjual batu dari lokasi perhutani dengan harga Rp33 ribu per kubik. "Biston dijatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan penjara," tuturnya. 
Pihaknya, kata David, telah menyerahkan Biston ke Lapas Kelas III Kota Cilegon. "Kami langsung eksekusi terdakwa untuk menjalani hukuman," ungkapnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***
 

Bagikan: