Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Canda Megawati dan Sambutan Meriah Kader PDIP untuk Prabowo

Muhammad Irfan
KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu, 7 Agustus 2019.*/ANTARA
KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu, 7 Agustus 2019.*/ANTARA

KEHADIRAN Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto ke Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi daya tarik tersendiri bagi kongres ini. Tak heran mengingat rivalitas kedua partai ini terutama pada Pilpres 2019 cukup sengit. Namun alih-alih tak diterima, kedatangan Prabowo justru disambut meriah oleh para kader PDIP.

Pemandangan ini terlihat sejak Prabowo turun dari mobil dan masuk ke area kongres di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Kamis, 8 Agustus 2019. Melewati barisan sejumlah penari yang siap sedia menyambut para tamu khusus, Prabowo langsung dielu-elukan oleh kader yang berkerumun di belakang barikade penari.

Hal yang sama juga terjadi ketika Prabowo masuk ke ruangan pembukaan. Tepuk tangan untuk Prabowo riuh melebihi tepuk tangan untuk para pimpinan partai atau tokoh lain yang hadir.

Prabowo lantas dipersilakan duduk sejajar dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden 2014-2019 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden Terpilih KH Ma’ruf Amin.

Rasa terimakasih dari Megawati atas kehadiran Prabowo secara khusus disampaikan saat membuka Pidato Politiknya. Megawati menyebut kehadiran Prabowo di kongres makin menghangatkan suasana. Dia pun bercerita kehebohan media saat dirinya mengundang Prabowo datang ke kongres.

"Padahal saya cuma tanya, 'Mas, nanti mau endak saya undang ke kongres PDIP? Kalau endak mau, ndak apa'," kata Megawati yang disambut tawa.

"Eh ternyata dia mau," lanjutnya.

Mendengar hal itu, Prabowo yang duduk disamping KH. Ma'ruf Amin menjawab secara spontan,"siap" sambil memberi hormat ke arah Megawati. Setelah semua tertawa dan tepuk tangan berhenti, Megawati bicara lagi.

"Lah kan capek kalau tempur terus. Nanti tempur lagi, di 2024," kata Megawati yang kembali disambut tawa para peserta acara.

Canda Mega untuk Prabowo tak berhenti di situ. Mega menceritakan dinamika PDIP saat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi memindahkan poskonya ke Jawa Tengah yang notabene kandang benteng. Menurut dia saat itu pak Jokowi cukup panik.

“Saya bilang (ke kader PDIP di Jateng) kamu kalau banteng, gosok tandukmu, berhenti merumput! Aduh capek juga, situ (Prabowo) sih bikin capek saya,” kata Mega yang disambut tawa para hadirin kongres.

Kendati demikian, Mega enggan berspekulasi bagaimana hubungan politik PDIP-Gerindra ke depan. Dia hanya membahasnya lagi-lagi lewat candaan. “Mas Bowo, kalau nanti, ya enggak tahu dong. Tolong dekat-dekati saya ya,” kata Mega sambil melirik Prabowo yang disambut tepuk tangan dan tawa para hadirin.

Menanggapi ini, Mega hanya bilang: “Ya masa sih serius terus.”

Canda Mega nyantanya tak hanya untuk Prabowo. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pun kena sentil. Awalnya Megawati bercerita bagaimana dirinya mendampingi Puan Maharani, putrinya yang maju sebagai caleg di Pemilu 2019 lalu untuk salah satu dapil di Jawa Tengah. Puan berhasil menang, dia pun menitipkan pesan untuk Airlangga.

"Pak Airlangga, jangan mblenjani loh. MD3 loh," kata Megawati yang disambut tawa semua peserta.

Yang dimaksud Megawati sebagai UU MD3 adalah bahwa parpol pemenang pemilu mendapatkan kursi Ketua DPR. Pada 2014, PDIP sudah menjadi pemenang pemilu namun jatah kursi itu tak diberikan. Dibuat undang-undang baru yang menyebut, yang duduk di kursi ketua DPR adalah yang dipilih berdasarkan pemilihan. Akhirnya Golkar yang mendapat jatah itu.

"Dilihat ini sama anak-anakku. Jaman dulu kita dikibuli terus loh. Untung Bu Mega lapang dada. Katanya partai pemenang jadi Presiden RI, eh kue dipotong. Gile. Ini republik Indonesia yang kita cintai, gile deh," kata Megawati lagi.

Yang dimaksudnya tentu nasib dirinya setelah pemilu 1999 lalu, yang tak diangkat menjadi presiden walau pemenang pemilu saat itu. Megawati pun mengaku secara spiritual sering teringat ayahnya, Soekarno jika menghadapi sandungan-sandungan politik. 

"Tapi tenang, ini kesabaran revolusioner. Hadiahnya sekarang dua kali menang pemilu. Mau tidak menang tiga kali?" kata Megawati ke kadernya yang dijawab serentak, "Mau" .

"Itu namanya PDI Perjuangan,” kata Mega tegas.

Selain Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto, kongres PDIP memang dihadiri sejumlah tokoh nasional. Tampak di antaranya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, sejumlah Menteri Kabinet Kerja baik yang kader PDIP seperti Yasonna Laoly dan Tjahjo Kumolo maupun non-kader seperti Susi Pudjiastuti dan Amran Sulaiman.***

Bagikan: