Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Mengisi Waktu Subuh di Disdukcapil

Tim Pikiran Rakyat
e-KTP/DOK. PR
e-KTP/DOK. PR

SERANG, (PR).- Ratusan warga rela mengantri sejak subuh di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, Rabu, 7 Agustus 2019. Pasalnya, jatah blanko KTP elektronik (KTP-el) yang disiapkan hanya maksimal 50 buah per hari.

Seorang warga Kecamatan Waringin Kurung, Marfu, mengatakan, ia sudah datang ke kantor Disdukcapil sejak pukul 04.30 pagi. Kedatangannya ke kantor tersebut untuk mengantar buah hatinya membuat KTP-el.

"Sudah dari 04.30, nganter anak, tapi sekarang sudah masuk," ujarnya kepada Dindin Hasanudin dari Kabar Banten, saat ditemui di lokasi.

Marfu mengatakan, alasan ia datang sejak pagi buta agar bisa mendapatkan pelayanan lebih dulu. Ia sudah mendengar kabar jika sekarang jatah blanko KTP-el hanya sedikit. Ketika ia sampai, kantor Disdukcapil pun sudah ramai.

Disinggung soal adanya UPT dukcapil di kecamatan, ia mengatakan bahwa pelayanan di kantor tersebut masih belum lengkap. Misalnya, hanya memberikan layanan foto tapi tidak bisa mencetak. Karena itulah, ia lebih memilih datang ke kantor dinas.

Blanko yang ada diutamakan untuk kebutuhan mendesak

ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang, Jajang Kusmara, mengatakan, untuk saat ini, jumlah blanko KTP-el yang tersedia terbatas. Sekarang, blanko disediakan dan dikirim langsung dari Kemendagri.

"Sampai Minggu ini, blanko yang disediakan itu berdasarkan suplai dari pusat, per 10 hari itu hanya disediakan 500 keping blanko. Artinya per hari hanya ada 50 keping. Kalau waktu normal pas pemilu, sehari kita sediakan sampai 600 keping, karena kebutuhan waktu itu cukup tinggi," ucapnya.

50 keping tersebut, kata dia, juga hanya diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Misalnya, untuk keperluan rumah sakit, BPJS, klaim asuransi, hingga sekolah, dan syarat untuk pekerjaan.

"Itu kita bantu. Selain itu, kita kasih suket (surat keterangan) dulu. Memang dipilih, tapi kuncinya dari masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan harus jujur, tidak boleh bohong. Karena kita ingin bantu yang benar-benar emergency. Kalau yang sifatnya masih bisa ditangguhkan, enggak apa-apa pakai suket," katanya.

Ia menuturkan, jumlah penduduk di Kabupaten Serang yang wajib memiliki KTP-el berjumlah 1.052.459 jiwa. Yang sudah tercetak ada 1.040.015 jiwa, sehingga artinya sudah 98 persen warga yang memiliki KTP-el. 

Jajang mengatakan, untuk KTP-el siswa yang sudah direkam, semua sudah dicetak dan sudah dibagikan. Saat ini, sisa yang belum memiliki KTP-el adalah yang baru yang menginjak usia 17 tahun.

"Kan tiap bulan ada saja. Itu sudah diinformasikan agar segera melakukan perekaman, sekalipun blanko minim. Ketika data sudah direkam, maka suket bisa ditukar dengan KTP-el ketika blanko tersedia.***

Bagikan: