Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Sebagian cerah, 29.1 ° C

Kemacetan di Pasar Baru Akibat 163 Pedagang Liar

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH petugas gabungan saat merobohkan tenda liar di Sub-Terminal Pasar Baru Cilegon, Selasa 6 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
SEJUMLAH petugas gabungan saat merobohkan tenda liar di Sub-Terminal Pasar Baru Cilegon, Selasa 6 Agustus 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon bersama Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Polres Cilegon, dan Kodim 0623 Cilegon melakukan penertiban pedagang liar di Pasar Baru Cilegon, Lingkungan Keranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Selasa 6 Agustus 2019. 

Fokus penertiban adalah para pedagang liar yang berjualan di jalur masuk pasar, serta area Sub-Terminal Pasar Baru Cilegon. Saat kegiatan berlangsung, tercatat 163 pedagang terkena penertiban tim terpadu. Sejumlah bangunan liar seperti tenda atau terpal juga ikut ditertibkan.

Para pedagang saat itu diarahkan untuk mau berdagang di hangar. Namun beberapa di antaranya tampak bersikukuh ingin tetap bertahan di tempat semula.

Kepala Disperindag Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana mengatakan, penertiban dilakukan karena para pedagang berjualan tidak pada tempatnya. Imbas perilaku mereka telah merusak keindahan pasar juga menyebabkan kemacetan di jalur masuk pasar. “Para pedagang berjualan di jalan akses masuk pasar, sehingga mengganggu lalu lalang kendaraan yang akan bongkar muat atau pembeli yang akan berbelanja,” kata Dikrie.

Padahal, kata Dikrie, area hangar yang telah disediakan untuk para pedagang cukup luas. Hanya saja para pedagang enggan menempati tempat mereka. "Kapasitas hanggar cukup besar, kalau untuk menampung pedagang yang akan direlokasi itu sangat cukup, yang direlokasi sekitar 163 pedagang, kapasitas hanggar lebih dari 200 los,” ujarnya.

Persuasif

Dikrie menuturkan, peringatan kepada para pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jalan masuk Pasar Baru Kranggot sudah sering dilakukan pihaknya. Namun, saat ini masih banyak yang berjualan di badan jalan. “Kami sudah lakukan cara-cara persuasif, sudah sering Kami imbau untuk masuk ke hanggar, tidak berjualan di badan jalan masuk. Ini juga kami daftar dan kami beri nomor-nomor lapaknya ke pedagang, pedagang didata sama UPTD (Unit Pelayanan Teknis Dinas),” tuturnya.

Pedagang yang berjualan di badan jalan, kata Dikrie, bermacam-macam jenisnya, seperti pedagang sayur, buah, dan pakaian. Ia berharap para pedagang dengan dibangunnya hanggar pasar bisa dimanfaatkan pedagang untuk berjualan, dan tidak berjualan di jalan. “Setelah relokasi, kami juga akan melakukan pengawasan berkala,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengatakan, dalam relokasi pihaknya mengedepankan cara-cara persuasif. Kemarin, sudah ada pedagang yang mau didata dan ditempatkan di hanggar depan Pasar Baru Cilegon. Namun, beberapa pedagang yang masih enggan didata diberi waktu hingga tujuh hari ke depan untuk berfikir ulang berjualan di jalan dan sub terminal. Jika pekan depan masih belum berpindah, ia mengancam akan mengangkut barang milik pedagang secara paksa. 

“Kami kedepankan cara-cara persuasif dan dialogis. Kami beri waktu,  untuk berfikir dan memindahkan barang dagangannya sendiri. Kalau pekan depan masih belum pindah kami akan angkut barang dagangannya,” kata Juhadi.

Juhadi menjelasakan, setelah relokasi dilakukan, pihaknya meminta Disperindag menyiapkan pos jaga untuk petugas Satpol PP. Pihaknya menyiapkan enam personil untuk menjaga Pasar Baru Kranggot. “Penjagaan juga dibantu petugas keamanan pasar. Kami harus komitmen bersama kalau ingin pasar ini indah dan bisa membuat nyaman para pengunjung,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***
 

Bagikan: