Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Tumpahan Minyak Masuk Teluk Banten, Ikan Tangkapan Nelayan Turun Drastis

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut karena ada tumpahan minyak.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi, nelayan malas melaut karena ada tumpahan minyak.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Tumpahan minyak yang terjadi di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat berdampak juga di Teluk Banten. Tepatnya di Pelabuhan Karangantu, sekitaran Pantai Gope, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Banyak minyak yang kini bermunculan tidak seperti biasanya di atas air.

Hal tersebut dikatakan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Asep Saepulloh. Ia mengatakan tumpahan minyak tersebut juga telah mempengaruhi pendapatan nelayan Karangantu.

"Kemarin ada beberapa nelayan yang curhat. Kalau di tengah laut sampai Pulau Tiga dan Empat itu sudah terjadi limpahan minyak atau oli yang menganggu hasil tangkapan dari pada nelayan. Sehingga pendapatan mereka ikut menurun," katanya, 
selasa 6 Agustus 2019.

Memang, kata dia, saat ini minyak yang berasal dari Karawang itu tidak terlalu banyak. Namun berbentuk gumpulan-gumpalan dan menyebar. Sehingga, ketika ada arus terbawa lalu terpecah. Secara otomatis ikan-ikan yang ada diperairan mencari tempat lain. "Itu sangat mempengaruhi terhadap hasil tangkapan nelayan. Jadi ikan pada kabur akibat tumpahan minyak itu," ujarnya.

Bahkan, tutur dia, ada nelayan yang sengaja mengumpulkan gumpalan minyak tersebut untuk dibawa kerumahnya. Kemudian, ia gunakan untuk membersihkan mesin kapal dan peralatan lainnya. "Mungkin terbawa arus. Kemudian, bentuknya juga gumpalan karena kan kalau minyak diatas air akan terpisah. Itu juga ada nelayan yang ngumpulin dibawa ke rumah," ucapnya.

Saat ini, pihak PPN Karangantu terus melakukan koordinasi dan melapor kepada dinas terkait atas kebocoran minyak tersebut. "keluhan nelayan Karangantu soal adanya gumpalan minyak yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan. Kami sudah melaporkan kepada instansi terkait dengan adanya gumpalan minyak ini," katanya.

Terkait pencemaran minyak yang berada di Teluk Banten, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, bukan kewenangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Meski wilayahnya masuk didalam peta Kota Serang, namun itu juga ada kewenangan Provinsi Banten dan Kementrian, serta wilayah perairannya yang masuk di Kabupaten Serang.

"Itu bukan ranah Kota, perairannya masuk ke Kabupaten Serang. Nanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang akan koordinasi dengan pihak provinsi dan kabupaten. Mereka juga kan masuk dalam kewenangannya. Karena kan kala7 kami hanya bibir pantainya saja. Kesananya bukan milik kami lagi, sudah beda," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***

Bagikan: