Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 19.4 ° C

Buaya Seberat 450 Kilogram Mati, Ditemukan Ada Luka di Kepala

Eviyanti
BUAYA muara ditemukan mati setelah tersangkut jaring apung nelayan.*/EVIYANTI/PR
BUAYA muara ditemukan mati setelah tersangkut jaring apung nelayan.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Buaya muara (Crocodylus porosus) yang baru-baru ini terpantau berkeliaran di kawasan perairan Nusakambangan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah ditemukan mati, akibat terjerat jaring apung nelayan. 

Buaya betina sepanjang 4 meter dengan bobot 450 kilogram, ditemukan nelayan Minggu 4 Agustus 2019 sekitar jam 05.00 WIB, saat dua orang nelayan, masing-masing  Daryanto dan Kasdi nelayan, asal  Dusun Ciperet Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Selatan saat akan mengangkat jaringnya.  

Penyebab kematian binatang langka tersebut diperkirakan akibat terbentur karang. Setelah terjerat jaring apung nelayan yang ditebar di Segara Anakan pada alur sungai atau  Kali Gladakan. 

"Buaya muara  ditemukan saat nelayan mengangkat jaring apung dalam keadaan sudah mati," kata Kasat Polairut Polres Cilacap AKP Huda Syafei, Minggu.
 
Tim Satpolair yang mendapat laporan tersebut  langsung ke lokasi, kemudian dievakuasi dibawa ke Cilacap untuk diserahkan kepada  BKSDA Cilacap dengan menggunakan kapal patroli milik Polairut. 

Sementara Kasi Pengendalian Ekosistem Hutan BKSDA Cilacap Wahyono memperkirakan, kematian buaya bukan karena  terjerat oleh jaring apung melainkan akibat luka pada bagian kepala. Diduga akibat terbentur karang saat akan melepaskan diri dari jeratan jaring apung. Ada luka pada bagian kepala, luka tersebut yang kemungkinan menjadi penyebab kematian buaya tersebut

"Jadi saat terjerat buaya akan bergerak liar untuk membebaskan diri dari jeratan jaring, saat itu kemungkinan terbentur oleh karang, Kemungkinan lain karena ombak yang menyebabkan bagian kepala buaya dilindungi tersebut terbentur karang," jelasnya.

Kematian  buaya betina dengan bobot 450 kilogram dengan panjang 4 meter tidak dalam kondisi bunting akan diberita-acarakan. Rencananya akan dikubur sekitar komplek Pantai Teluk Penyu.   

Biaya muara termasuk  satwa yang dilindungi, karena populasi terus berkurang, pertumbuhan individu lambat serta  daerah penyebaran semakin terbatas dengan perkembangan permukiman

Sebelumnya  buaya ini sering terlihat berkeliaran di titik antara Laguna Segara Anakan dan Bengawan Donan, di perairan antara Cilacap dan Nusakambangan. Buaya tersebut juga terpantau sering muncul berjemur sekitar hutan mangrove, selama keberadaanya di Segara Anakan belum ada laporan adanya serangan buaya terhadap nelayan yang lalu lalang mencari ikan, sekitar mangrove.***

Bagikan: